NEWSTICKER

Bahaya Penggunaan Styrofoam sebagai Wadah Makanan

28 November 2022 15:39

Debat tentang penggunaan styrofoam sebagai wadah kemasan makanan terus bergulir. Pedagang kaki lima maupun industri besar memanfaatkan styrofoam untuk kemasan makanan karena dinilai lebih praktis. Namun, apakah styrofoam benar aman untuk makanan dan tidak berbahaya bagi kesehatan?

Styrofoam dibuat dari polistiren, zat kimia yang sifatnya ringan serta bisa berbentuk cair maupun busa padat setelah diproses. Styrofoam juga mengandung beberapa zat kimia seperti benzene, dan styrene, dua zat ini di anggap berbahaya karena tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia.

Dalam makanan berkadar lemak tinggi, bahan kimia pada styrofoam lebih mudah larut kedalam makanan tersebut. Sementara, makin panas minuman atau makanan semakin cepat pula migrasi bahan kimia pada styrofoam terhadap makanan atau minuman tersebut.

Hasil uji lab mendeteksi parameter overal migration dan residu styrene pada kemasan, parameter residu styrene menunjukkan angka 2,88 PPM pada styrofoam berbentuk cup, dan parameter 4,66 PPM pada styrofoam berbentuk kotak. Sementara batas aman parameter residu strene yang ditetapkan BPOM maksimal sebesar 1.000 PPM.

Ahli Toksikologi Kimia Universitas Undonesia Budiawan menekankan untuk berhati-hati dalam penggunaan styrofoam sebagai wadah pangan.