Saatnya Potensi Wisata Indonesia Dikembangkan

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 19 Oct 2017 11:16 WIB
berita dpd
Saatnya Potensi Wisata Indonesia Dikembangkan
Danau Toba salah satu destinasi wisata menarik di Indonesia. Antara Foto/Septianda P

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia terkenal akan kekayaan dan keindahan alamnya. Namun, pesona itu belum terlalu diketahui negara lain. Warga asing umumnya hanya mengetahui Bali sebagai ikon wisata Indonesia.

Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengatakan, sudah saatnya pemerintah mengekspos potensi keindahan alam Indonesia. Meski tak mudah, menurutnya hal itu tetap harus dilakukan agar potensi pariwisata Indonesia meningkat.

"Memang sudah saatnya ada destinasi wisata lain di Tanah Air yang baik infrastruktur maupun sarana prasarana penunjang lain seperti Bali," kata Fahira kepada Metrotvnews.com, Kamis 19 Oktober 2017.

Senator asal DKI Jakarta itu menyebutkan, kenyataan pahit jika melihat prestasi pariwisata Indonesia di tingkat dunia. Saat ini, Indonesia hanya menempati peringkat ke 74 dari 139 negara.

"Indonesia memiliki potensi pariwisata yang besar, namun kita kalah jauh di banding Singapura yang ada di peringkat 10 dan Malaysia di peringkat 35. Padahal kita tahu, potensi wisata kedua negara itu sangat jauh di bawah kita," ungkap dia.


Keindahan biota laut di sekitar Pulau Lengkuas, Belitung. Antara Foto/Nova Wahyudi/pd/16

Di era pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, keseriusan pemerintah meningkatkan potensi pariwisata Indonesia sudah mulai terlihat. Hal itu dibuktikan melalui penetapan 10 destinasi wisata.

Selain itu, belum lama ini Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong daerah yang memiliki potensi pariwisata untuk mengembangkannya agar bisa menjadi tujuan wisata dunia seperti Bali. Salah satu daerah yang memiliki potensi itu adalah Sumatera Barat.

Fahira pun menyambut baik langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, Sumatera Barat punya semua potensi untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia.

"Di Provinsi ini (Sumbar) potensi wisata bukan hanya keindahan alam, tetapi juga keunikan budaya, kuliner, hingga produk-produk UKM berbasis budaya seperti kain tenun songket yang begitu indah dan beragam. Belum lagi jika kita bicara wisata sejarah yang bertebaran di berbagai lokasi di Provinsi ini," sebut dia.

Untuk mewujudkan ini, Fahira menyebut tidak mudah. Menurutnya, perlu dukungan pembangunan infrastruktur, baik dari pemerintah pusat maupun daerah menjadi sangat penting.


Taman laut Olele di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Antara Foto/Adiwinata Solihin/aww/17.


Fahira menyebutkan, keterbatasan infrastruktur akan mempengaruhi perkembangan sektor pariwisata. Sebab, waktu wisatawan banyak habis dalam perjalanan ketimbang berada di lokasi tujuan, dan ini berpengaruh kepada banyaknya kunjungan ke sebuah lokasi.

Bukan hanya transportasi, infrastruktur yang lain juga harus dilengkapi, yakni jaringan telekomunikasi, air, sampah, dan lainnya.

"Poinnya jika wisata Sumbar mau dikembangkan maka infrastruktur harus menjadi penyokong utama untuk harus ada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha," tandas dia.


(TRK)