Korsel Usahakan Makanan yang Masuk ke Indonesia Bersertifikat Halal

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 14 Nov 2017 16:30 WIB
kuliner
Korsel Usahakan Makanan yang Masuk ke Indonesia Bersertifikat Halal
Korea Selatan tengah mengupayakan semua produk yang mereka pasarkan ke Indonesia memiliki sertifikat halal.(Foto: Sri Yanti Nainggolan)

Jakarta: Korea Selatan mengaku tengah mengupayakan semua produk yang mereka pasarkan ke Indonesia memiliki sertifikat halal. Hal itu mengingat Indonesia memiliki masyarakat yang mayoritas muslim.

"Sebanyak 87 persen penduduk Indonesia adalah muslim. Jadi, untuk bisa masuk atau berkompetisi di pasar Indonesia, kami akan mengadakan program untuk izin halal," ujar Nam Taek Hong selaku Chief Representative dari Korea Agro-Trade Center Jakarta saat ditemui dalam Jakarta K-Food Fair 2017, Selasa 14 November 2017.

Salah satu produk yang sudah mengantongi sertifikat halal adalah mi Samyang. Namun, Nam mengungkapkan bahwa perizinan akan berfokus pada makanan yang sudah terkenal atau pasti laku di Indonesia, misalnya rumput laut yang juga digandrungi masyarakat Indonesia.

Beberapa kendala dalam mendapatkan sertifikasi oleh Majelus Ulama Indonesia (MUI), terkait proses yang lama dan kebanyakan produsen makanan dari Korea Selatan kurang memahami prosedur yang berlaku. Selain itu, biaya yang besar juga turut berpengaruh.

"Semakin banyak orang Indonesia yang suka makanan Korea Selatan, akan kami usahakan semua makanan tersebut mendapat sertifikat halal."

Indonesia masuk dalam lima besar target ekpor produk makanan Korea Selatan setelah Jepang, China, Vietnam, dan Thailand.

Ia memberi perbandingan, jumlah ekspor produk makanan dari Korea Selatan ke Vietnam mencapai USD 400 juta, sementara ke Indonesia berkisar USD 170 juta.

"Ekspor makanan kami ke Vietnam sedang naik terus. Kami harap di Indonesia pun akan demikian," pungkas Nam.

Beberapa produk makanan unggulan Korea Selatan di Vietnam adalah jahe merah, rumput laut, dan buah stroberi. Sementara, penduduk Indonesia cenderung lebih senang dengan mi dan jamur asal negeri Ginseng tersebut.




(DEV)