Digoyang Dua Hari, Wisman Malaysia Ketagihan

M Studio    •    Kamis, 01 Sep 2016 16:18 WIB
berita kemenpar
Digoyang Dua Hari, Wisman Malaysia Ketagihan
Orang dan barang diperiksa di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalbar (Foto:Antara/Jessica Helena Wuysang)

Metrotvnews.com, Sambas: Tidak hanya orang Indonesia yang menyukai musik dangdut. Malaysia pun gandrung dengan dangdut. Suguhan dangdut pada Festival Wonderful Indonesia (FWI) Kemenpar RI menjadi buktinya.

Selama penyelenggaraan dua hari, orang-orang Malaysia di perbatasan membanjiri Entikong, Sanggai, Kalimantan Barat untuk bergoyang dangdut. Festival cross border (perbatasan) itu menjadi magnet yang mampu menyedot turis asing dari Malaysia.

Sepanjang Sabtu dan Minggu, 27 dan 28 Agustus 2016, lebih dari 1.000 wisman masuk melalui imigrasi Entikong. Pada hari-hari biasa crossborder rata-rata hanya dilewati 100-150 wisman. Pada festival tersebut, wisman datang secara bergelombang.

Panitia menyiapkan bus antar jemput ke perbatasan. Sampai di lokasi langsung disambut dangdut pembuka. Turis tetangga ini menempati kursi undangan yang disiapkan panitia. Tampak tua, muda, laki-laki dan perempuan memenuhi 200 kursi undangan. Karena jumlah kursi tidak cukup, rombongan berikutnya langsung membaur dengan penonton lokal di lapangan.

Mereka larut dengan alunan dangdut di Lapangan Patoka, 3 kilometer dari pintu perbatasan. Berjoget bersama di bawah suhu panas Entikong 37 derajat Celsius, tak membuat mereka gentar.

Goyangan bertambah seru saat artis ibu kota Selvie goyang Pantura Indosiar perform. Wanita asal Sukabumi ini menggoyang para tamu mancanegara dengan "Sambalado" sebagai lagu pembuka. Para turis Serawak tumplek-blek bersama sekitar 4 ribu penonton perbatasan. Lapangan penuh sesak. Di antara wisman ada yang naik panggung berjoget bersama sang artis.

Saking semangatnya disambut ribuan penonton, Selvie sampai membawakan delapan lagu. Padahal, kontraknya hanya empat lagu.

"Hayoo yang dari Malaysia angkat tangan. Saya terharu sekali penontonya segini banyak ya. Teman-teman dari Malaysia selamat datang dan salam Wonderful Indonesia," kata biduan dangdut juara 3 pencarian bakat Indosiar 2015 itu.

Makin sore bertambah heboh. Jingkrak-jingkrak lautan penonton membuat makin panas. Berkali kali harus diguyur semprotan air.

Remon, salah satu penonton asal Tebedu Serawak, mengaku baru pertama kali datang ke Entikong. Pegawai kantoran ini mengaku datang bersama anak dan istri karena hobi dangdut Indonesia. Selama ini banyak mendengarkan dari radio saja.
"Begitu melihat iklan di koran, ada festival dangdut, kami pun datang kemari," ucap Remon. Dia menyukai lagu-lagu Rhoma Irama dan Inul Daratista. Pernah melihat show di Malaysia kurang puas karena goyangnya tidak sebebas di Indonesia. "Pokoknya kami suka dangdut, mau dong kalau ada lagi," katanya.

Selain diserbu rombongan dari Tebedu Serawak, festival hari kedua itu juga ditonton club Moge (motor gede) dari Kuching. Mereka datang sembilan orang rombongan atas undangan Konjen Kuching Serawak Malaysia. Mereka juga asyik berjoget di bawah terik matahari.

"Dangdut dangdut okelah. Kami juga suka touring nonton dangdut sampai Pontianak,"ujar Syawal, pemimpin rombongan di sela berjoget.

Di Kuching dia mengaku punya anggota 150 orang pecinta Moge "Tegar Bikers Serawak" yang siap meramaikan acara acara musik di perbatasan.  

Festival Wonderful Indonesia Entikong itu juga benar benar menjadi pelepas dahaga warga perbatasan. Sudah lama mereka tidak mendapat hiburan. "Orang perbatasan itu sibuk cari duit, mereka butuh hiburan. Kalau boleh usul ke depan datangkan Wali Band atau orkes Palapa,  Monata, Inul, atau Brodin. Saya jamin lapangan enggak cukup. Orang Sanggau pun akan datang," kata Syamsul, warga Entikong.

Para pelaku bisnis pun ketiban untung. Dampak festival itu membuat jasa penginapan dan warung makan laris. Hotel Prambanan Jln Raya Malindo misalnya. Selama seminggu tamunya penuh. "Dari 27 kamar kami penuh gara-gara dangdutan," kata Zulkifli Lubis.

Selain warung permanen juga bermunculan warung tiban selama dua hari acara. Lebih dari 50 warung berjualan makan dan minuman di lokasi acara. Semuanya laris manis. "Habis 9 kilo ayam," ujar Anik, si penjual bakul sate.

Asdep Pengembangan Pemasaran ASEAN, Rizki Handayani Mustafa cukup terharu dengan sukses Wonderful Indonesia (FWI) 2016 di Entikong tersebut.

"Rapat koordinasi, ketemu camat di wilayah Malaysia, menyebar flyer, nempel poster, branding kita sangat kuat. Persiapannya luar biasa di crossborder. Perjuangan perjalanannya berat banget. Tapi begitu lihat hasilnya, sangat memuaskan! Jadi hiburan yang asyik buat masyarakat kita di perbatasan. Dampak ekonomi nya juga terasa," kata Rizki.

"Pariwisata, transportasi dan komunikasi itu bisnis yang mirip. Ada proximity atau kedekatan, ada season atau musiman, dan ada momen atau event tertentu yang bisa memindahkan orang dari satu titik ke titik yang lain," kata Menpar Arief Yahya.


(ROS)