Dua Kriteria Pelabuhan yang Akan Dihampiri dalam Wisata Kapal Pesiar

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 21 Jul 2017 12:42 WIB
wisata
Dua Kriteria Pelabuhan yang Akan Dihampiri dalam Wisata Kapal Pesiar
Pelabuhan adalah hal yang krusial bagi jenis kapal pesiar yang mulai diminati saat ini. (Foto: Nick Karvounis/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pernahkah Anda mendengar wisata kapal pesiar? Berbeda dengan perjalanan darat yang menggunakan mobil atau motor, wisata ini menggunakan kapal yang mampir dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. 

Pelabuhan adalah hal yang krusial bagi jenis wisata yang mulai diminati tersebut. Meskipun berada di negara destinasi, kapal tak bisa 'parkir' begitu saja karena terdapat dua kriteria penting sebagai syarat tempat berlabuh sementara, di saat wisatawan mengunjungi tempat wisata di darat.



"Pertama, commercial value, apa yang menarik di daerah tersebut sehingga para wisatawan mau ke sana. Jika ada, maka kami akan berlabuh," terang Farriek Tawfik selaku Direktur Kawasan Asia Tenggara Princess Cruises dalam temu media, Kamis 20 Juli 2017. 

(Baca juga: Peminat Wisata Kapal Pesiar di Asia Rata-rata Usia Produktif)

Misalnya, ia memberi contoh Indonesia yang senang didatangi para wisatawan dari mancanegara karena memiliki alam yang indah, makanan yang bervariasi, dan budaya beragam. 

Kedua, maritim value yang melihat pada logistik di pelabuhan tersebut. Beberapa diantaranya adalah apakah kendaraan darat dengan kapasitas banyak bisa disediakan untuk para wisatawan untuk menikmati tempat wisata, adanya pemandu dengan permintaan bahasa tertentu, atau hal-hal persiapan lain yang berkaitan dengan kapal pesiar. 

Farriek memberi contoh, untuk daerah di Indonesia terdapat kota Medan yang terbilang cukup jauh bila ditempuh dari pelabuhan. Hal tersebut dirasa kurang efisien untuk berwisata ke beberapa tempat sekaligus dalam kota tersebut. 



"Jarak Medan ke pelabuhan sekitar empat jam. Sementara kapal berlabuh hanya 12 jam saja. (Jadi sayang waktu)," ia menerangkan. 

Perusahaan kapal pesiar Princess Cruises sendiri sudah memiliki izin untuk bersandar di banyak pelabuhan di Asia seperti Jepang (1.526 pelabuhan), Tiongkok (850 pelabuhan), Korea Selatan (745 pelabuhan), Vietnam (466 pelabuhan), Thailand (291 pelabuhan), termasuk Indonesia (172 pelabuhan).









(TIN)