Jelajah Melbourne

Kerja Sama UGM dan Universitas Monash Mengembangkan Bakteri Pelawan DBD

Hilman Haris    •    Kamis, 06 Oct 2016 14:48 WIB
wisata australia
Kerja Sama UGM dan Universitas Monash Mengembangkan Bakteri Pelawan DBD
Ruang laboratorium program Eliminate Dengue Projets di Universitas Monash

Metrotvnews.com, Melbourne: Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia termasuk di Indonesia. Faktanya 390 juta orang terinfeksi virus ini setiap tahun. Dari jumlah itu, sebanyak 22 ribu penderita meninggal dunia.

Sebetulnya berbagai cara sudah ditempuh pemerintah Indonesia untuk menganggulangi DBD. Salah satunya dengan pemberantasan sarang nyamuk (menimbun, menutup, menguras tempat-tempat yang biasanya menjadi perkembangbiakkan nyamuk) serta upaya kimiawi seperti pengasapan (fogging).

Akan tetapi, cara itu tetap tidak cukup. Sebab, penderita DBD di tanah air tetap saja bertambah. Menurut data yang didapat Metrotvnews.com, penyakit DBD di Indonesia meningkat dari 90.245 kasus pada 2012 menjadi 100.347 pada 2014.

Pemerintah tidak tinggal diam. Agar mendapatkan obat ampuh untuk menghentikan penyebaran DBD, pemerintah Indonesia memutuskan untuk bekerja sama dengan Australia. Dalam hal ini melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Universitas Monash yang berada di Kota Melbourne, Australia dalam program Eliminate Dengue Projets (EDP).

(Baca juga: Mengubah Tanah Menjadi Ladang Uang Ala Petani Australia)

Hasil kerja sama dan riset peneliti dari kedua universitas selama bertahun-tahun memunculkan sebuah metode baru untuk mengurangi penyebaran dengue. Dengan nama proyek Eliminate Dengue, mereka berhasil menemukan bakteri alami yang disebut Wolbachia. Bakteri ini diklaim mampu menghentikan kemampuan nyamuk untuk menularkan DBD kepada manusia.


(Peneliti sedang mencari tahu efek yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk ber-Wolbachia)

Intinya, proses proyek ini adalah menciptakan bakteri untuk melawan bakteri. Nantinya, para peneliti bakal melepas nyamuk betina yang sudah disuntikkan bakteri Wolbachia ke daerah dengan kasus DBD yang tinggi di Indonesia dan Australia.



“Diharapkan, nyamuk betina yang sudah disuntikkan Wolbachia kawin dengan nyamuk jantan lain non-Wolbachia. Hasilnya, mereka  akan menghasilkan keturunan nyamuk ber-Wolbachia. Jika hal itu dilakukan secara kontinyu, nyamuk pembawa virus dengue akan musnah dan digantikan oleh nyamuk ber-Wolbachia,” beber Profesor Cameron Simmons selaku peneliti dari Monash University sekaligus pimpinan proyek EDP.


(Profesor Cameron Simmons)

Hebatnya, nyamuk yang sudah terkena bakteri Wolbachia tidak bisa menularkan virus tersebut ke manusia. Pasalnya diameter Wolbachia melebihi dari probosis,yakni bagian dari mulut nyamuk untuk menghisap darah dan menembus kulit manusia.

Program EDP sudah berlangsung sejak 2011. Jika sesuai rencana, program ini bakal berujung pada Desember 2017.


(HIL)