Pariwisata Indonesia Dibidik Investor Brunei Darussalam

Sonya Michaella    •    Rabu, 18 Jul 2018 17:27 WIB
pariwisata indonesia
Pariwisata Indonesia Dibidik Investor Brunei Darussalam
Pariwisata Indonesia Dibidik Investor Brunei Darussalam (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Jakarta: Peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi akan menjadi topik utama dalam kunjungan Menteri Luar Negeri kedua Brunei Darussalam Erywan Yusof ke Indonesia untuk bertemu dengan Menlu RI Retno Marsudi.

Pertemuan yang digelar pada Jumat, 20 Juli 2018 ini sekaligus sebagai pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) yang keempat antara Indonesia dan Brunei.

"Kita akan bahas apa peluang baru yang bisa dilakukan di bidang-bidang tersebut dan juga politik serta sosial budaya," kata Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri RI Denny Abdi, kepada awak media di Kemenlu, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018.

"Indonesia memang dianggap sebagai destinasi investor dari Brunei. Bidang yang sedang dibidik adalah pariwisata. Maka dari itu kami juga akan tindaklanjuti 10 New Bali yang sempat ditawarkan Presiden Jokowi saat Sultan Brunei ke Jakarta," lanjut dia.

Denny menambahkan, Brunei sangat optimistis dengan 10 New Bali, bahwa potensi tersebut akan berkembang ke depannya dengan kekuatan ekonomi dua negara.

"Tugas pemerintah untuk memfasilitasi promosi 10 New Bali di mana nanti akan ada pengusaha dua negara yang bertemu dan menindaklanjuti hal ini," ucap dia.

Untuk saat ini, yang paling memungkinkan untuk diproses segera adalah Tanjung Lesung di Banten. Denny mengonfirmasi bahwa infrastruktur yang sedang dibangun di sana akan ditawarkan kepada pihak Brunei.

Dalam perkembangannya, JCBC memang sempat terhenti pada 2003 dan mulai diaktifkan kembali pada tahun 2011. JCBC terakhir digelar di Bandar Seri Begawan pada April 2013.  

Selain JCBC, isu Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal dan bekerja di Brunei pun tak luput dari perhatian kedua menlu. Pasalnya, ada 80 WNI yang tinggal di Brunei yang berarti jumlah tersebut adalah 20 persen dari total penduduk Brunei. 

Lihat video:




(DEV)