Jogja Heboh Fasilitasi Wisatawan ke Distinasi Baru

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 01 Feb 2018 13:31 WIB
wisata
Jogja Heboh Fasilitasi Wisatawan ke Distinasi Baru
Peluncuran program Jogja Heboh di Jogja City Mal pada Sabtu malam, 27 Januari 2018. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Yogyakarta: Asosiasi pariwisata dan perhotel di Yogyakarta meluncurkan program 'Jogja Heboh' pada Sabtu malam, 27 Januari 2018 lalu. Lewat website jogjaheboh.com, wisatawan akan terfasilitasi pilihan sarana transportasi, lokasi menginap, hingga obyek wisata baru.  

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Istidjab M Danunagoro mengatakan, program Jogja Heboh menjadi salah satu langkah menarik kunjungan wisatawan. Cara menarik wisatawan itu dengan memberikan paket wisata dengan potongan harga yang besar. 

"Melalui Jogja Heboh ini kami menawarkan diskon sampai 60 persen," kata Istidjab ditemui usai peluncuran program Jogja Heboh di Jogja City Mal Jalan Magelang Sleman, Yogyakarta pada waktu yang sama.

Di program Jogja Heboh itu sudah ada sekitar 50 hotel yang bergabung. Puluhan hotel tersebut bersedia memberikan paket promo bagi wisatawan yang memanfaatan program tersebut. 

Selain itu, lanjut Istidjab ada pula penawaran paket wisata murah dari Asosiasi Perjalanan dan Pariwisata atau Asita DIY. Paket wisata ini memilih obyek-obyek wisata yang baru. 

"Bukan (destinasi wisata) yang sudah biasa, misalnya Prambanan, Keraton, Borobudur. Kira-kira destinasi yang belum dilihat. Jadi pelayanan wisata baru yang menarik," katanya. 

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta mengungkapkan usaha untuk menciptakan program Jogja Heboh ini untuk meningkatkan animo kunjungan wisatawan. Pelayanan itu dilakukan dengan memberi diskon besar. 



(Peluncuran program Jogja Heboh di Jogja City Mal pada Sabtu malam, 27 Januari 2018. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

(Baca juga: 5 Destinasi Wisata Terbaik Indonesia versi Travel Blogger Ashari Yudha)

"Harus hot deal. Diskonnya tinggi. Semakin (diskon) tinggi semakin pedas. Hot deal jadi daya tarik. Menginap murah, ke destinasi murah, belanja murah," ungkapnya. 

Menurut dia, langkah ini sebagai antisipasi rendahnya kunjungan wisata pada bulan Februari. Selain Februari, kunjungan wisata rendah saat momen bulan puasa. 

Meski dua momen itu kunjungan wisata rendah, namun jumlah kunjungan wisata pada 2017 sudah melampaui target. 

"Hitungan Januari hingga November 2017, target kunjungan wisatawan mancanegara sudah 397 ribu dari target 387 ribu. Lalu ada wisatawan nusantara yang kami target 4,5 juta, angkanya sudah 4,7 juta. Kemudian pergerakan wisata kita sudah 22,7 juta dari target 22,3 juta. Nanti hitungan ini bisa naik lagi," ucap Aris. 

Ia berharap program Jogja Heboh itu bisa mengatrol jumlah kunjungan wisatawan hingga 10 persen. Pihaknya juga ingin memanfaatkan agenda wisata tahun 2018 untuk menopang kunjungan wisata itu. 

"Tahun ini ada PBTY (Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta) Jogja Air Show, Jogja Travel Mart, Street Performance, Jogja International Heritage Work, lalu ada tmTour de Jogja pada 25 Maret mendatang," jelasnya. 











(TIN)