Resep Kentang Goreng Renyah Belgia

Cecylia Rura    •    Selasa, 21 Nov 2017 07:00 WIB
Resep Kentang Goreng Renyah Belgia
Hingga kini Belgia menjadi exportir kentang terbesar di dunia. Pada 2016 lalu persentase ekspor meningkat yakni 14,3 persen (1,68 juta ton) dibandingkan dengan tahun 2015. (Foto: Metrotvnews.com/Cecylia Rura)

Jakarta: Kentang goreng Belgia atau populer disebut frites diklaim memiliki rasa yang lebih renyah daripada kentang pada umumnya.

Ketika para pelancong hendak melakukan perjalanan wisata ke Belgia, haram hukumnya jika belum mencicipi frites. Sebab, makanan tersebut telah menjadi bagian dari kultur kuliner dengan sejarah panjang dan dikembangkan secara turun-temurun.

Hingga kini Belgia menjadi exportir kentang terbesar di dunia. Pada 2016 lalu persentase ekspor meningkat yakni 14,3 persen (1,68 juta ton) dibandingkan dengan tahun 2015. Lebih dari 80 persen kentang goreng beku diekspor ke lebih dari 100 negara di luar wilayah Uni Eropa.


(Ketika para pelancong hendak melakukan perjalanan wisata ke Belgia, haram hukumnya jika belum mencicipi frites. Foto: Metrotvnews.com/Cecylia Rura)

Salah satu perwakilan dari perusahaan exportir kentang di Belgia, Wouter Trybou (Mydibel Representing Belgapom) mengungkapkan beberapa hal penting yang menyebabkan kentang goreng Belgia memiliki rasa yang berbeda.

(Baca juga: Keunikan Sejarah Kentang Goreng Belgia)

"Kami menggunakan kentang jenis bintje, yang dibentuk lewat penyatuan tiga gen berbeda dan kebal terhadap bakteri atau hama (phytophtora parasitica) yang biasa menyerang kebun kentang," kata Wouter di kediaman Dubes Belgia, Jakarta Pusat, Senin, 20 November 2017.

Selain itu, mereka juga melakukan pengembangan bibit di kota Reskia karena dirasa memiliki cuaca panas dan dingin yang cukup. Sehingga ketika dikaitkan dengan isu climate change pemerintah Belgia tak begitu khawatir akan mengganggu produksi kentang beku Belgia.


(Ketika dikaitkan dengan isu climate change pemerintah Belgia tak begitu khawatir akan mengganggu produksi kentang beku Belgia. Foto: Metrotvnews.com/Cecylia Rura)

Mereka juga menggunakan teknologi Ipot, website yang digunakan untuk memantau area pertanian, melihat perkembangan cuaca dan kualitas tanah. Ini bisa dipantau menggunakan satelit.

Hingga saat ini sudah lebih dari 5.000 toko yang menjajakan kentang goreng atau frites. Mereka menyebut toko yang menjual produk kentang goreng tersebut dengan frikot.








(TIN)