Pintu Gerbang Komodo

Pelangi Karismakristi    •    Rabu, 28 Sep 2016 16:31 WIB
galeriindonesiakaya
Pintu Gerbang Komodo
Labuan Bajo (Foto:Antara/Palce Amaloi)

Metrotvnews.com, Labuan Bajo: Kepualauan Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang naik daun. Selain menyuguhkan keindahan alam, wisatawan di sana bisa 'bercengkrama' langsung dengan komodo.

Untik menuju ke sana, wisatawan terlebih dahulu singgah di Labuan Bajo yang terkenal sebagai pintu gerbang wisata Pulau Komodo. Kawasan ini pun menawarkan pesona keindahan pantai yang menakjubkan, ditambah lagi ada beragam cara untuk menikmatinya, seperti snorkeling, diving atau trekking ke bukit-bukit cantik di pinggir pantai dan Pulau Kelor salah satunya.

Meskipun memiliki pesona alam yang menakjubkan, di Labuan Bajo dan sekitarnya kini banyak sekali sampah wisatawan yang berceceran. Hal ini karena banyak wisatawan yang datang, sementara pengelolaan sampah masih minim.

"Memang itu permasalahan yang timbul selama ini. Kesadaran masyarakatnya juga masih susah. Misalnya kapal-kapal yang bersandar, mereka sulit untuk mencari tempat sampah, akhirnya buang sampah sembarangan. Namun kini mereka nampaknya sudah mulai sadar," ujar  traveler Syifa.

Beruntung, ada sekelompok masyarakat yang peduli akan lingkungan yang dipelopori Robert Kenedy. Pria paruh baya ini awalnya menyadari kalau Labuan Bajo merupakan pintu gerbang wisata Flores di mana terdapat taman laut, karang, alam yang indah serta komodo.

Sejak 2003 silam, Robert menggandeng kelompok Perempuan Peduli merintis kegiatan Jumat Sore. Program tersebut merupakan kegiatan bersih-bersih sampah di pinggiran pantai yang melibatkan warga kampung.

Selanjutnya, sampah-sampah, terutama yang berbahan plastik akan diproses untuk kemudian didaur ulang menjadi berbagai macam barang bernilai ekonomis.

"Ibu-ibu ini lagi bikin kerajinan keranjang tas. Ini adalah hasil kreasi daur ulang sampah yang tadi kita pilih di pinggir pantai. Dibersihkan, dijemur, dikeringkan dan akhirnya dipisah-pisahkan, seperti bungkus makanan kopi. Ini nanti dijadikan tas, dompet dan lain-lain," jelas Robert.

Kebersihan tempat tinggal menurut Robert begitu penting, sebab dari sana pula ada banyak manfaat yang bisa didapatkan. Misalnya saja para perempuan perajin daur ulang sampah ini kini sudah memiliki penghasilan tambahan, sehingga bisa untuk meningkatkan ekonomi warga.

"Saya harap pemerintah concern (perhatian) untuk masalah sampah. Ini masalahnya sepele, tapi kalau kita biarkan berlarut-larut maka akan menjadi masalah besar yang akhirnya mungkin berdampak pada tingkat kunjungan ke Taman Nasional Komodo. Kalau seperti itu, akan berpengaruh juga terhadap ekonomi masyarakat sekelilingnya," ujar Robert.

Masih banyak yang menarik yang bisa dinikmati di sana, antara lain  mencicipi tantangan untuk berlayar menggunakan kapal Pinisi, menyaksikan seni dan budaya khas Manggarai Barat, Flores yang tersaji seperti tarian perang bernama Caci.

Jangan lewatkan perjalanan Yovie Widianto dan Renitasari Adrian dalam IDEnesia episode Pintu Gerbang Komodo, hanya di Metro TV pada Kamis (29/9/2016), pukul 22.30 WIB. Ikuti juga kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan follow Twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.


(ROS)