8 Manfaat Makan Malam Keluarga

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 23 Sep 2016 17:26 WIB
keluarga
8 Manfaat Makan Malam Keluarga
Banyak studi membuktikan bahwa anak yang makan bersama keluarga lebih kecil kemungkinannya mengalami depresi. (Foto: Flashcopter)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kesibukan masing-masing membuat anggota keluarga semakin jarang bertemu satu sama lain. Tak jarang, beberapa keluarga memuat aturan yang berbeda-beda agar waktu kebersamaan tetap ada, misalnya dengan mengadakan makan malam bersama. 

Sebuah laporan dari National Center on Addiction and Substance Abuse (CASA) di Columbia University mengungkapkan bahwa 59 persen keluarga melaporkan mereka mengadakan makan malam bersama setidaknya lima kali dalam seminggu, meningkat 12 persen dari tahun 1998.

Selain menciptakan waktu kebersamaan, makan malam keluarga juga memiliki manfaat lain seperti berikut ini:

1. Anak belajar menyukai sayuran
Sebuah survei tahun 2000 pada anak yang berusia 9-14 tahun menemukan bahwa anak yang makan malam bersama keluarga cenderung lebih menyukai sayur dan buah, daripada soda dan gorangan. Pola makan mereka juga mengandung nutrisi lebih banyak seperti kalsium, zat besi, dan serat. 

"Makan malam keluarga juga membuat mereka bisa mendiskusikan nutrisi dan penyediaan makanan sehat," ujar Matthew W. Gillman, MD, peneliti utama survei dan direktur Program Pencegahan Obesitas di Harvard Medical School.

2. Momen menyajikan makanan baru
Orangtua harus memperkenalkan makanan baru kepada anak-anak, yang awalnya membutuhkan sedikit bimbingan dalam membuat pilihan yang sehat. Momen makan malam keluarga adalah kesempatan yang sempurna bagi orangtua untuk mengekspos anak-anak untuk makanan yang berbeda dan memperluas selera mereka.

Sebuah studi tahun 2003 dalam European Journal of Clinical Nutrition melakukan penelitian dengan memberikan anak-anak paprika merah, dan melihat seberapa senang mereka dengan makanan tersebut. Selama delapan hari, mereka diperbolehkan memakan paprika merah sebanyak yang mereka mau. Pada hari terakhir, mereka kembali ditanya seberapa senang dengan makanan tersebut. 

Ternyata mereka semakin menyukai makanan tersebut. Penelitian ini membuktikan bahwa sedikit paparan dan tidak adanya paksaan, membuat anak menyenangi makanan baru bagi mereka, meskipun pada awalnya mereka tak senang. 

3. Mengontrol porsi
Warga Amerika menghabiskan 40 persen biaya makanan untuk makanan yang dibeli di luar rumah. Makanan di luar mengandung banyak kalori, dimana ternyata restoran memiliki jumlah kalori 60 persen lebih banyak daripada makanan buatan rumah. 

4. Makanan sehat membuat anak senang
Banyak studi membuktikan bahwa anak yang makan bersama keluarga lebih kecil kemungkinannya mengalami depresi, berpikir untuk bunuh diri, dan mengalami gangguan makan. Mereka juga menunda seks dan hal tersebut membuat orangtua mereka bangga. ketika anak mengalami gangguan makan atau depresi, makan malam bersama keluarga ternyata bisa menjadi intervensi. 

"Jika anak makan bersama orangtua secara teratur, masalah akan lebih cepat teridentifikasi," ujar Dianne Neumark-Sztainer, PhD, seorang profesor di University of Minnesota School of Public Health, yang telah mempelajari dampak dari pola makan keluarga pada remaja.

(Baca juga: Makan Sayur dan Buah Tingkatkan Kebahagiaan)

5. Membantu anak terhindar dari kenakalan remaja
Makan malam lima kali seminggu, akan menurunkan kesempatan anak untuk melakukan beberapa kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, atau memakai narkoba. Sementara, remaja yang ikut makan malam keluarga maksimal tiga kali seminggu, cenderung lebih mungkin melakukannya dengan persentasi 3,5 kali lipat dalam hal penyalahgunaan obat ilegal, tiga kali lipat dalam penggunaan ganja, lebih dari 2,5 lipat untuk merokok, dan 1,5 kali lipat dalam hal konsumsi alkohol. 

"Sementara penyalahgunaan zat dapat menyerang setiap keluarga, tanpa memandang etnis, kekayaan, umur, atau jenis kelamin; keterlibatan orangtua di meja makan bisa menjadi alat efektif yang sederhana untuk mencegahnya," kata Elizabeth Planet, salah satu peneliti laporan tersebut.

6. Nilai yang lebih baik
Hanya 9 persen remaja yang terbiasa makan bersama keluarga yang memperoleh nilai C di sekolah, sementara 30 persen remaja yang jarang makan malam bersama keluarga juga mendapatkan nilai yang sama. Hal ini menunjukkan, bahwa makan malam bersama keluarga juga membantu anak untuk menambah perbendaharaan kata selama perbincangan berlangsung di meja makan. 

7. Penghilang stres
Berkumpul bersama keluarga dapat mengurangi rasa stres. Penelitian tahun 2008 oleh Brigham Young University menemukan, bahwa duduk bersama keluarga saat makan membantu mengurangi ketegangan dari duduk berjam-jam saat bekerja. Sayangnya, penelitian ini tak memperhitungkan tingkat stres dari setiap kegiatan yang dilakukan mulai dari keluar kantor, menjemput anak, hingga makan bersama. 

8. Hemat uang
Survei Pengeluaran Konsumen dari Biro Statistik Tenaga Kerja di Amerika tahun 2007 mengungkapkan, bahwa biaya rumah tangga lebih besar 80 persen bila digunakan untuk membeli makanan dari luar. 





(TIN)