Tips Memasak Daging Kerbau ala Chef Chandra

Husen Miftahudin    •    Jumat, 02 Sep 2016 14:14 WIB
tips memasak
Tips Memasak Daging Kerbau ala Chef Chandra
Chef Chandra (Foto: Metrotvnews/Husen)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggapan masyarakat Indonesia tentang kualitas daging kerbau yang lebih rendah ketimbang daging sapi merupakan persepsi yang salah. Salah satu juru masak terkenal, Chef Chandra Yudasswara membagi pengalaman dan pengetahuan kepada masyarakat terhadap kualitas daging kerbau.

Juru masak yang dikenal dengan tampilan fancy food ini membeberkan bahwa daging kerbau memiliki keunggulan lain selain harga yang jauh lebih murah dibanding daging sapi.

Pertama, kata dia, daging kerbau memiliki daya tahan yang lebih lama terhadap proses pembusukan. Ini karena daging kerbau memiliki kadar darah yang lebih banyak dibanding daging sapi.

"Karena full blood, dia bagus sekali untuk dimasak ala Indonesia yang slow cooking. Itu cocok, karena dia tidak akan pecah saat dimasak," ujar Chef Chandra kepada Metrotvnews.com di kantor Perum Bulog, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2016).

Tingkat aroma yang dibilang masyarakat Indonesia kalau daging kerbau itu menyengat, itu juga salah, karena daging kerbau tidak memiliki aroma yang menyengat. Terlebih saat daging kerbau tersebut dimasak menggunakan rempah dan bumbu Indonesia.

"Dia memang sedikit berbau, tapi tidak terlalu menyengat, yang penting bagaimana kita mengolahnya. Yang penting kita playround (aduk) dan spices (bumbu), itu akan mengurangi bau," tutur dia.

Memang, dalam pengolahannya daging kerbau memiliki cara khusus agar tidak memiliki aroma kerbau yang menyengat. Lamanya proses pemasakan juga mempengaruhi kenikmatan daging kerbau yang diimpor langsung dari India tersebut. Namun, lamanya proses pemasakan daging kerbau tidak berbeda jauh dibanding daging sapi.

"Hampir sama, tergantung besarnya daging itu. Kalau semakin banyak, ya semakin lama juga masaknya. Jadi tergantung banyaknya," papar juru masak yang sering tampil di televisi itu.

Di sisi lain, tekstur daging kerbau yang lebih keras juga memiliki treatment khusus. Ini karena daging kerbau memiliki tingkat kalori yang lebih rendah. Maka itu, saat mengolah daging kerbau, potongan-potongan daging tersebut jangan terlalu besar.

"Kalau bisa mengolahnya jangan terlalu besar, memotongnya lebih tipis dan lebih cepat. Kemudian kasih dia waktu memasak yang lebih dengan temperatur yang lebih rendah," pungkas Chandra.

 


(ELG)