Obati Kerinduan Kampung Halaman di Taman Mini Indonesia Indah

Anggi Tondi Martaon    •    Sabtu, 07 Jul 2018 16:00 WIB
TMII
Obati Kerinduan Kampung Halaman di Taman Mini Indonesia Indah
Suasana salah satu anjungan di TMII (Foto:Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli)

Jakarta: Masih dalam suasana libur Lebaran dan libur sekolah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar berbagai acara hingga pertengahan Juli 2018. Bagi Anda yang masih rindu kampung halaman, ke TMII bisa sedikit mengobati kerinduan.

"Kalau acara di bulan Juli ini harumnya masih terasa bahwa kami mempunyai tema yaitu berkunjung ke Taman Mini serasa pulang kampung," kata Koordinator Unit Kerja Badan Pelaksana Pengelola TMII Diono, saat ditemui di kantor Perpustakaan TMII, Jakarta Timur, Sabtu, 7 Juli 2018.

Beragam kegiatan yang berhubungan dengan tradisi daerah akan digelar di beberapa panggung dan anjungan di TMII.

"Taman Mini adalah wajah dari budaya Indonesia yang harus kita pertahankan nilai tradisinya," ujarnya.

Berdasarkan agenda acara yang diterima Medcom.id, terdapat 23 kegiatan yang berlangsung pada 6-20 Juli 2018, di antaranya Pagelaran Reyog Ponorogo, Tari Daerah Campur Sari dan Musik Campursari, Seni Budaya Kabupaten Pati Ketoprak 'Roro Mendut Boyong,' dan pertunjukan musik Kentongan Banyumasan.

"Bahkan sekarang pun masih kita laksanakan kegiatan yang mengedukasi masayarakat karena masyarakat yang berkunjung bisa melihat kegiatan yang berbau budaya dan keanekaragaman hayati," ujarnya menjelaskan.

Khusus untuk keanekaragaman hayati, TMII telah ditetapkan sebagai wahana rekreasi konservasi satwa Indonesia dan dunia. Predikat tersebut diperoleh TMII pada tahun 2010 dari Kementerian Lingkungan Hidup.


(Foto:Medcom.id)

Saat ini TMII memiliki beberapa taman yang mempresentasikan keanekaragaman hayati Indonesia, yaitu Taman Burung, Taman Reptil, Taman Dunia Air Tawar, dan Taman Keong Emas.

Dijelaskan Diono, Taman Reptil menjadi primadona pengunjung. Sebab, di sana pengunjung bisa merasakan serunya memancing buaya layaknya menangkap ikan.

"Ada arena memancing buaya. Kalau di daerah lain mencari buaya yang hilang, di Taman Mini justru asyik memancing buaya sepanjang lima meter. Keamanan pengunjung dijamin," ucap dia.

Alasan pihak pengelola membuat wahana memancing buaya ialah untuk melatih ketangkasan kepada pengunjung. Dengan demikian, TMII tidak hanya sekadar wadah rekreasi dan edukasi, tapi juga melatih ketangkasan.

Untuk lebih jelasnya mengenai wahana dan berbagai kegiatan seni budaya di TMII, silakan mengakses www.tamanmini.com.
(ROS)