5 Rahasia Persiapan 'Muncak' Gunung bagi Pendaki Pemula

Pelangi Karismakristi    •    Senin, 15 May 2017 07:00 WIB
tips & trik
5 Rahasia Persiapan Muncak Gunung bagi Pendaki Pemula
Disarankan bagi pemula yang ingin naik gunung mengajak rekan yang telah terbiasa naik gunung dan mengetahui medan atau bisa menyewa jasa tour guide lokal. (Foto: www.wisatadieng.net)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menikmati suasana alam dan udara segar di pegunungan memang sesuatu yang spesial. Anda pun bisa ikut merasakan sensasi naik gunung, dengan menjajal mendaki Gunung Prau di Dieng, Jawa Tengah. Gunung dengan ketinggian 2.565 mdpl ini bisa ditempuh melalui tiga jalur, yakni Patak Banteng, Kenjurang dan Dieng. 

Namun yang menjadi favorit para pendaki adalah dari jalur Patak Banteng, sebab rute tersebut lebih dekat dengan puncak. Pendaki cukup menempuh jarak 4 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih empat jam, itu pun bila berjalan santai dan ditambah istirahat. 

Walau lelah namun semua terbayar dengan pemandangannya yang memikat hati. Terutama golden sunrise terbaik dan pemandangan beberapa puncak gunung di Jawa Tengah, yang meliputi Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Lawu. Tak hanya itu saja, Anda juga akan disuguhi indahnya bunga daisy yang warnanya rupa-rupa.

(Baca juga: 6 Gunung yang Diminati dan Berbahaya Bagi Pendaki)

Gunung yang terkenal dengan bukit teletubbies-nya ini selalu ramai dikunjungi. Alasannya selain menawarkan panorama yang begitu indah, Prau rupanya merupakan gunung yang ramah bagi pendaki pemula. 

Hal ini tentu saja mengingat puncaknya yang relatif tidak terlalu tinggi, akses dan pendakian pun mudah, tak seberat bila mendaki Gunung Merapi atau Gunung Merbabu.  

Sebelum mendaki, tentu ada hal-hal yang perlu diperhatikan para pendaki, khususnya bagi yang masih pemula. Jangan sampai menghiraukan beberapa hal kecil yang justru membuat kegiatan mendaki gunung menjadi celaka. 

Salah satu Founder komunitas Wanita & Gunung (WG) Rika Masda yang gemar mendaki gunung sejak tahun 1998 ini sedikit berbagi tentang kiat 'muncak' bagi para pemula. 

Dia bersama komunitas yang dibentuk pada 2015 itu mengampanyekan perjalanan yang aman dan nyaman, supaya para pendaki bisa lebih aware terhadap dirinya sendiri dan timnya ketika melakukan perjalanan. Berikut ini ada beberapa tips persiapan mendaki gunung bagi para pemula:


(Komunitas WG sharing tentang pendakian dalam Indofest 2017. Foto. Metrotvnews.com/Pelangi)

1. Mencari informasi
Cari tahu data tentang gunungnya, jalur pendakiannya, seperti apa lingkungan dan budayanya. Jangan kemudian mengandalkan teman yang sudah sering naik gunung. 

"Jangan seperti itu, sebab ketika naik gunung kita juga harus persiapan untuk bisa menyelamatkan diri masing-masing, baru bisa menyelamatkan teman. Ini untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Seperti kalau seandainya terpisah dengan rombongan, perlengkapan yang diperlukan juga ada di tasmu," tukas Rika yang kepada Metrotvnews.com pada acara Indonesia Outdoor Festival (Indofest) 2017 di Jakarta Convention Center, belum lama ini.

2. Persiapan fisik
Rika sangat menekankan untuk menyiapkan fisik dengan berolahraga minimal sebulan sebelum pendakian. Antara lain jogging minimal tiga kali seminggu, renang seminggu sekali lalu squad jump 40 kali sehari pada pagi dan sore. 

"Kalau olahraga telah menjadi kebiasaan, itu lebih enak. Jogging fungsinya untuk ketahanan tubuh, renang agar mengolah pernafasan, squad jump melatih kekuatan kaki dan kalau mau ditambah push up untuk kekuatan otot punggung, karena bawa tas carrier," jelas perempuan yang kini sibuk mengembangkan komunitas WG ini.

3. Membuat ittenerary
Ini penting, sebab rencana perjalanan ini akan berpengaruh pada logistik yang otomatis berdampak pengeluaran. "Dari ittenerary kita bisa tentukkan logistik yang dibawa dan otomatis berpengaruh akan sampah yang akan di bawa ke atas dan itu juga berpengaruh dengan uang yang keluar," tambah dia.

4. Pastikan tim siap
Anda harus memastikan tim Anda siapa saja dan bagaimana sepak terjangnya. Anda juga harus solid dengan rekan satu tim, jangan sampai terpisah dari rombongan. Adakan beberapa kali pertemuan atau komunikasi agar terjalin chemistry. 

Disarankan bagi pemula yang ingin naik gunung mengajak rekan yang telah terbiasa naik gunung dan mengetahui medan atau bisa menyewa jasa tour guide lokal.

"Misalnya mau berlima, jangan semuanya pemula. Paling tidak pemulanya 3 tapi yang sudah pernah atau sering naik gunung 2 orang. Dan ini bagi siapapun, naik gunung itu setidaknya bertiga. Sebab kalau ada yang sakit, yang satu bisa menunggui, dan satunya lagi mencari bantuan," kata perempuan berhijab ini. 


(Beberapa anggota WG dan Rika - kanan. Foto. Metrotvnews.com/Pelangi)

5. Perhatikan cuaca dan logistik
Selain empat hal di atas, ada beberapa lagi yang mesti menjadi perhatian. Di antaranya cuaca, hindari mendaki saat hujan. Lalu jagalah kebersihan, Anda perlu meminimalisir membawa calon sampah ke puncak. 

Misalnya bila membawa makanan dari bawah, buang bungkusnya dan pindahkan ke dalam box makanan. Bila terpaksa membawa calon sampah, jangan lupa membawanya pulang. 

Soal makanan, Rika menyarankan untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Sebab ini bisa memberikan energi selama perjalanan. Misalnya saja nasi, pasta, ayam, daging, sayur dan buah. 

"Hindari makanan yang mengandung MSG dan minuman berenergi. Kalau mie instan, silahkan tapi itu bukan makanan utama, jadikan cemilan. Makanan utama tetap yang sehat," ujar Rika yang dari kecil gemar berkegiatan Pramuka ini.

Lalu bagaimana dengan Anda yang tertarik naik gunung, namun ragu-ragu dan merasa takut untuk mendaki? Menurut Rika, justru itu adalah hal yang baik. Dengan demikian dia punya kesadaran untuk mempersiapkan semua dengan baik. 

"Kalau dia di sana takut hujan, dia tidak akan lupa bawa jas hujan. Ataupun kalau di sana dingin sekali, dia akan persiapan dengan jaket yang benar. Jadi rasa takut itu justru akan menjadi dasar dia melakukan persiapan. Ini senada dengan misi kami (komunitas WG) yang selalu menanamkan untuk melakukan basic preparation," tutup Rika. Dengan persiapan di atas Anda kini telah siap mendaki gunung.






(TIN)