Pekalongan Gelar Festival Jamu dan Kuliner Tradisional

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 06 Oct 2017 17:13 WIB
wisata jawa tengah
Pekalongan Gelar Festival Jamu dan Kuliner Tradisional
Tahun ini Kota Pekalongan menjadi tuan rumah Festival Jamu dan Kuliner Tradisional 2017. (Foto: Courtesy of Anubha Charan/Pinterest)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Festival Jamu dan Kuliner Tradisional. Kali ini acara tersebut digelar di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, yang merupakan satu rangkaian dengan digelarnnya Festival Batik Pekalongan 2017.

Festival yang memasuki tahun keenam tersebut digelar di Kawasan Wisata Budaya Jetayu, selama tiga hari, mulai tanggal 6 hingga 8 Oktober 2017.

Kepala Bagian Humas Pemkot Pekalongan, Arif Karyadi mengatakan Festival Jamu dan Kuliner Tradisional 2017 merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Provinsi Jawa Tengah.


(Kota Pekalongan. Foto: Dok. id.wikipedia.org)

“Tahun ini Kota Pekalongan menjadi tuan rumah Festival Jamu dan Kuliner Tradisional 2017, yang masih satu rangkain dengan Pekan Batik Pekalongan 2017. Pembukaannya nanti malam, rencananya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang membuka acaranya,” jelasnya, saat ditemui di kantornya, Jumat, (6/10/2017).

Ditambahkannya, dalam festival tersebut diikuti oleh 35 kota kabupaten seluruh Jawa Tengah. Masing-masing daerah akan menampilkan produk unggulan jamu dan kuliner tradisional.

“Rangkaian acaranya antara lain ada pemilihan duta jamu, pemilihan stand jamu terbaik, lomba minum jamu brotowali, dan festival makanan khas daerah masing-masing,” tandasnya.

(Baca juga: Hotel Berstandar Internasional Pertama di Cirebon Telah Dibuka)

Tujuan digelarnya festival ini sendiri adalah untuk lebih menggiatkan lagi konsumsi jamu bagi masyarakat, karena selama ini msyarakat cenderung lebih memilih obat-obat kimia, sehingga diharapkan dengan mengonsumsi jamu, masyarakat akan lebih sehat.


(Kepala Bagian  Humas Pemkot Pekalongan, Arif Karyadi. Foto: Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi) 

“Kalau selama ini kan masyarakat lebih memilih obat kimia daripada jamu. Padahal jamu kan lebih sehat dan tidak ada efek samping. Makanya senang sekali Kota Pekalongan bisa jadi tuan rumah,” jelas Arif.

Sementara itu Festival Jamu dan Kuliner 2017 ini, nantinya pengunjung tidak hanya dapat menikmati jamu dari berbagai jenis dan daerah dengan berbagai unggulannya. Namun, dapat juga belajar membuat dan berkonsultasi berbagai hal tentang jamu.

Selain mengenalkan berbagai produk jamu, untuk kulinernya, Kota Pekalongan akan menampilkan megono yang merupakan makanan khas pekalongan, yang berbahan dasar nangka muda.

“Harapannya dengan digelarnya Festival Jamu dan Kuliner Tradisional ini, sekaligus dapat mempromosikan pariwisata Pekalongan, mulai dari batik, jamu dan kuliner khasnya,” pungkasnya. 








(TIN)