Kopi Tuli, Seruput Kopi Tanpa Kata

Yatin Suleha    •    Kamis, 19 Jul 2018 18:23 WIB
kulinerkopitopik khusus rona
Kopi Tuli, Seruput Kopi Tanpa Kata
Konsep menyeruput kopi yang unik di Kopi Tuli. (Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)

Jakarta: Berbaju hitam dua pemuda bertubuh tinggi melemparkan senyum. Dengan tatapan yang ramah mereka mulai memberikan berbagai kopi pada pengunjung yang menghampiri.

Saat itu mereka berada di counter kecil di sebuah acara pembukaan sebuah showroom creative hub kopi di Jakarta Utara. Sejurus jitu mereka langsung memberikan bahasa isyarat "terima kasih" yang sebelumnya belum diketahui artinya.

Menarik, karena ternyata mereka adalah dua pemuda tunarungu, yaitu Adhika Prakoso dan Trierwinsyah dua dari tiga pendiri sebuah cafe kopi. Medcom.id berhasil menanyakan tentang asal mula adanya Kopi Tuli sambil menjajal kopi buatan mereka.

(Baca juga: Creative Hub untuk Para Pecinta dan Pengusaha Kopi)


(Salah satu pengunjung yang mencoba Kopi Tuli. Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)

Konsep Cafe 

Kopi Tuli, seperti namanya adalah sajian kopi dari mereka tiga pemuda tunarungu. Bersama dengan Putri Sampaghita Trisnawinny Santoso, cafe Kopi Tuli lahir sejak 12 Mei 2018 lalu.

Terlalu meremehkan jika Anda menganggap bahwa mereka tak bisa membuat karya. Sebut saja beberapa ciptaan kopi mereka seperti Latte, Cappucinno, Americano, dan fushion coffe lainnya dengan buah seperti alpukat dan arang (charcoal) berhasil dikreasikan oleh tiga pemuda yang dahulu hanya dipandang sebelah mata saja.

Seperti pepatah yang berkata "Banyak jalan menuju Roma," mereka berkumpul bersama untuk membuktikan pada dunia bahwa ratusan penolakan lamaran kerja mereka tidak mematahkan semangat untuk bisa terus berkarya. 

Menyeruput Kopi Tuli ungkap Adhika bisa jadi merupakan pengalaman yang akan membuat Anda merasakan sensasi yang berbeda, di mana di cafe KopTul-sebutan Kopi Tuli yang bertempat di Krukut Raya, Cinere, sengaja tidak disediakan Wifi seperti di cafe coffee lainnya.

"Ini agar Anda bisa berinteraksi dengan beberapa teman tunarungu lainnya melalui bahasa isyarat," tukas Adhika dan Trierwinsyah.

Tak sulit karena sebenarnya mereka memahami kopi jenis apa yang Anda inginkan dengan mudahnya menunjuk salah satu gambar kopi yang terpampang. Namun, jika Anda ingin belajar bahasa isyarat, Anda tinggal melongok ke setiap cup kopi mereka yang sengaja didesain abjad A-Z dengan gambar bahasa isyarat. 


(Trierwinsyah, Adhika Prakoso, bersama dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno serta
Tony Arifin, Chief Executive Officer (CEO) PT Toffin Indonesia. Foto: Dok. Instagram Kopi Tuli/@koptul.id)


Kopi Buatan KopTul

Tak lengkap jika tidak merasakan kopi buatan Adhika dan Trierwinsyah, pilihan kami adalah Latte dengan perbandingan susu yang lebih banyak dibandingkan kopinya. Ternyata sensasi latte yang creamy dan kental berhasil disajikan dengan rasa yang konsisten. 

Adhika mengatakan bahwa dahulu sangat sulit membuat aneka kopi karena dulu mereka masih menggunakan cara manual. "Rasa kopinya berbeda (tidak konsisten), namun setelah belajar di Toffin Coffee Showroom yang terletak di Jalan Pluit Permai, Jakarta Utara ini saya bisa membuat kopi yang baik," ujar Adhika yang bahasa isyaratnya diterjemahkan oleh Rizka Nadhira.

Hasil kerja keras selama hampir lima bulan berbuah manis, karena kopi yang mereka sajikan di acara tersebut sempat diseruput oleh Wakil Gubernur Sandiaga Uno dan Dale Harris yang merupakan World Barista Champion 2017 asal Inggris yang juga hadir dalam acara yang sama.

Baik Sandiaga maupun Dale sama-sama terlihat surprise karena ternyata rasanya yang tak kalah enak dengan barista normal lainnya. Sambil tersenyum Dale juga mengatakan bahwa ia sangat menikmati semua hasil karya Kopi Tuli.


(Adhika dan Trierwinsyah saat sedang meracik aneka kopi. Foto: Dok. Medcom.id/Yatin Suleha)

"Saya pikir Kopi Tuli ini merupakan sesuatu yang istimewa dari hanya sekedar secangkir kopi, karena mereka bisa bikin kopi yang enak, dan sangat bagus sekali karena (melalui kopi ini) suara mereka didengar," papar Dale pada Medcom.id.

Di penghujung acara, Adhika dan Trierwinsyah mengatakan bahwa alasan Kopi Tuli hadir adalah ingin lebih memberdayakan teman-teman tunarungu lainnya melalui industri kopi.

Jadi, jika Anda sedang berada di kawasan Cinere, tak ada salahnya untuk mencoba menyeruput kopi kreasi mereka yang harganya cukup terjangkau dari sekitar Rp.18 ribu-20 ribuan saja. Dan Kopi Tuli hadir setiap hari Selasa-Kamis dari jam 10 pagi - 9 malam, dan di hari Jumat - Minggu dari jam 10 pagi - 10 malam. Selamat mencoba!




(TIN)