Ini Alasan Mengapa Nasi Liwet Bisa Ngetren di Indonesia

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 20 Jul 2017 18:43 WIB
liputan kuliner
Ini Alasan Mengapa Nasi Liwet Bisa Ngetren di Indonesia
Nasi liwet secara umum merupakan nasi pulen yang dimasak dengan campuran tertentu, kebanyakan santan atau pandan, dan disajikan dengan berbagai jenis lauk-pauk. (Foto: Pexel.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa bulan yang lalu, tepatnya di Bulan Ramadan tahun ini memunculkan sebuah tren baru, yaitu makan nasi liwet. Konsep dari nasi liwet ini dirasa mencerminkan budaya Indonesia yang menjunjung kebersamaan. 

"Menurut saya pribadi, tren ini masuk bersamaan dengan bulan Ramadan dimana kultur kebersamaan terbilang kuat, misalnya pada kegiatan buka (puasa) bersama. Meskipun berbeda suku, agama, kepercayaan; semua ikut acara tersebut," tukas Chef Stefu Santoso dari Association of Culinary Professionals Indonesia (ACPI) saat dihubungi Metrotvnews.com baru-baru ini. 

Ia menambahkan, selain karena sesuai dengan budaya, tren nasi liwet ini juga cukup meledak karena adanya media sosial sebagai media yang terbilang ampuh menarik perhatian khalayak banyak. 


(Nasi liwet yang bisa disantap bersama teman-teman. Foto: Dok. Facebook Abdul Malik)

(Baca juga: Ini Perbedaan Nasi Liwet Solo dengan Sunda)

Tren nasi liwet yang beralaskan daun pisang dengan makanan berat dipanjangkan dan dikelilingi tersebut secara umum cocok untuk segala jenis kegiatan atau acara yang melibatkan banyak orang seperti acara keluarga, tak hanya buka bersama saja. 

Nasi liwet secara umum merupakan nasi pulen yang dimasak dengan campuran tertentu, kebanyakan santan atau pandan, dan disajikan dengan berbagai jenis lauk-pauk seperti ayam goreng, tempe dan tahu bacem, sayur godog, dan lain-lain. 

"Nasi yang digunakan juga khusus jenis pulen agar tak mudah terpisah. Selain itu, waktu menanaknya pun lebih lama. Jika menggunakan rice cooker sekitar 30-40 menit. Namun kalau cara tradisional bisa sekitar satu jam," tambahnya. 

Dalam penyajian nasi liwet, Chef Stefu juga memberikan beberapa tips agar makanan tersebut tetap terjaga kebersihannya, mengingat cara makan yang berada di ruangan terbuka. 

"Sebaiknya menata makanan setengah hingga satu jam sebelum dimakan, karena tak mungkin ditutupi dengan durasi lama karena ada juga makanan basah di situ. Mengingat bakteri ada juga di udara, sebaiknya segera dimakan habis begitu disajikan," katanya. 


(Nasi liwet juga telah menjadi makanan utama dalam banyak acara. Foto: Dok. Facebook Riza Umamih)

Selain itu, kebersihan alas, yaitu daun pisang, juga tak kalah penting dimana sebaiknya setiap daun pisang dicuci atau dilap dengan bersih sebelum ditimpa dengan nasi liwet beserta lauk-lapuk. 

"Makanan dibiarkan terbuka maksimal satu jam. Kalau sudah lebih dari empat jam sudah tak bagus," tutupnya. 









(TIN)