Lezatnya Olahan Nanas dari Lahan Gambut Sei Pakning

Pelangi Karismakristi    •    Selasa, 17 Oct 2017 21:14 WIB
pertamina
Lezatnya Olahan Nanas dari Lahan Gambut Sei Pakning
Mencicipi penganan olahan nanas di Sei Pakning. Foto: Metrotvnews.com/Pelangi K

Metrotvnews.com, Sei Pakning: Nanas dimakan langsung atau diolah menjadi selai dan isi kue nastar, itu biasa. Di Sei Pakning, Riau, nanas diolah menjadi aneka penganan lezat.

Sebanyak 20 perempuan yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Makmur mengolah nanas menjadi manisan, selai, sirup, keripik, dodol, dan wajik. Rasanya lezat, boleh diadu dengan olahan serupa dari bahan baku lain.

"Kami punya hasil panen (nanas) grade C yang tidak laku, kami manfaatkan. Jadi ini inisiatif ibu-ibu untuk membuat olahan dari nanas yang tidak terpakai," kata Ketua Kelompok Tani Tunas Makmur Samsul, saat ditemui di sentra nanas, Sei Pakning, Riau, Selasa 17 Oktober 2019.
 
Samsul mengatakan, sentra olahan nanas baru berjalan sekitar tiga atau empat bulan. Guna meningkatkan produktivitas dan meningkatkan pendapatan masyarakat, kelompok tani ini berinovasi menciptakan sesuatu yang bernilai ekonomis.


Produk olahan nanas dari Sei Pakning. Foto: Metrotvnews.com/Pelangi K

Dalam sehari, para ibu pelaku UKM ini bisa menghasilkan rata-rata 4 kilogram keripik nanas. Produknya dijual dengan kisaran harga mulai dari Rp10 ribu per bungkus. Sedangkan, keripik nanas dijual Rp90 per kilogram.

"Awalnya, memang kami hanya mengandalkan buah segar. Lalu, kami coba bisniskan di sektor yang lain. Kami dapat dukungan dari Pertamina RU II Sei Pakning berupa alat penggorengan, vacum flyer, spinner, dan masih banyak lagi," ujar Samsul.

Berkat kreativitas mengolah nanas, perekonomian warga mulai menggeliat. Menurut Samsul, pendapatan UKM pengolahan nanas ini berkisar Rp6 juta per bulan. Pendapatan itu dibagi sesuai waktu kerja 20 perempuan tersebut.

"Peran Pertamina bukan hanya pada peningkatan ekonomi, juga untuk proses belajar. Kami terima kasih atas bantuan Pertamina. Ke depan kami harap bisa memberi alat bantu press dan packaging agar bisa menambah nilai jual produk kami," kata Samsul.

Manager Production Pertamina Refinery Unit II Sei Pakning Nirwansyah mengapresiasi semangat masyarakat dalam meningkatkan perekonomian lewat pertanian nanas di lahan gambut yang sempat terbakar pada 2012.

"Kami harap mereka bisa cepat mandiri, kita akan lakukan berbagai cara, akan tularkan semangat ini. Sebelumnya, mereka diolok-olok kampung lain. Sekarang, sudah bisa membuktikan keberhasilan. Semoga produk ini bisa dijual dan meningkatkan hasil produksi," kata Nirwansyah.


(TRK)