Menyantap Empuknya Pindang Daging Khas Trenggalek

Laela Badriyah    •    Minggu, 17 Dec 2017 09:25 WIB
kuliner nusantara
Menyantap Empuknya Pindang Daging Khas Trenggalek
Pindang khas Trenggalek (Foto: Laela Badriyah)

Trenggalek: Ketika mendengar pindang, banyak orang terbayang ikan patin yang dimasak dengan bumbu kuning. Namun, tidak di Trenggalek yang mana pindang menggunakan sajian daging sapi.

"Di sini, saya mau memperkenalkan nasi pindang khas Trenggalek," kata Triadi, Kabag Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten Trenggalek saat menjamu tim Medcom.id  yang berkunjung ke Trenggalek, Jawa Timur, belum lama ini.

Tak lama masuk ke Warung Makan Yayang, lima piring sajian pun dihidangkan di meja. Tiga piring berisi nasi dengan beberapa potong daging sapi dan iga di atasnya. Serundeng ditabur di sisi piring.

"Nah ini yang namanya nasi pindang," lanjut Triadi.

Bentuknya seperti rawon. Rasanya sedikit manis, dagingnya empuk. Beberapa cabai menjadi penambah rasa makanan.

"Enak, dagingnya empuk, serundengnya gurih. Enaknya pakai kerupuk, tambah gurih," ungkap Isti, tim dari Medcom.id  usai menyantap sepiring nasi pindang.

Adalah Lina yang mengelola warung di Jalan KH Hasyim Asyari. Lina mengatakan warung sudah berdiri sejak tahun 1999. Lokasinya hanya berjarak kurang lebih 500 meter dari Pendopo Kabupaten Trenggalek.

"Sebenarnya banyak yang jualan nasi pindang. Kalau saya lebih suka menyajikan nasi pindang dengan iga," ujar Lina.

Saat Medcom.id  datang, beberapa pegawai negeri sipil berseragam hitam putih sedang menyantap makanan. Maklum, sudah waktunya istirahat makan siang.

Lina mengaku, pengunjungnya sering kali berasal dari pegawai Pemkab Trenggalek. Justru ia mendapat keuntungan karena setiap ada tamu yang datang ke Trenggalek, warungnya ketiban rezeki.

"Lumayan, promosi. Satu porsi nasi pindang, Rp15 ribu," kata dia sambil menyajikan pesanan.

Bukan hanya nasi pindang yang menjadi sajian di Warung Yayang. Lina juga menjual soto ayam kampung dan lontong sayur. Berbeda dengan sajian serupa di daerah lain, lontong sayur di Warung Yayang ditaburi bubuk kedelai.

"Sayangnya kalau jam segini sudah habis, Mbak," kata perempuan berambut panjang itu.

Boleh jadi nasi pindang menjadi target bagi pecinta kuliner saat bertandang ke Trenggalek. Selain itu, Trenggalek memiliki beberapa makanan dan minuman khas, misalnya nasi gego dengan citra rasa pedas dan sarabah, minuman yang berbahan dasar jahe.



 


(DEV)