Harga Masakan Prancis Mahal, Benar atau Salah?

Putu Radar Bahurekso    •    Rabu, 16 Mar 2016 12:46 WIB
kuliner
Harga Masakan Prancis Mahal, Benar atau Salah?
(Foto: Culturextourism.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Prancis tak hanya terkenal dengan industri modenya, tetapi juga kulinernya. Negara ini terbentang dari utara hingga selatan kawasan mediteranian, dengan iklim yang berbeda. Maka tak heran, Prancis memiliki ciri kuliner yang khas. 

Meski demikian, ada beberapa stereotipe yang melabeli masakan Prancis, seperti yang dijelaskan chef asal Perancis, Gilles Marx yang juga merupakan founder dari Restoran Amuz.

Masakan Prancis Ketinggalan Zaman

"Saya tidak setuju dengan hal ini, masakan Prancis selalu berubah setiap saat dan mengalami perkembangan sesuai zaman. Mungkin karena masakan dari negara lain juga mulai dikenal, maka masakan Prancis terdengar seperti ketinggalan jaman, atau mungkin orang tersebut pergi ke restoran yang sama terus," jelas Gilles Marx, saat dijumpai di kawasan Thamrin, Selasa (15/03).

Masakan Prancis Mahal

“Mungkin mahal di Indonesia. Beberapa bahan masakan Prancis tidak bisa didapatkan di Indonesia, jadi harus impor, dan itu sebabnya mahal. Masakan Prancis juga biasa disajikan dengan wine, tidak ada wine yang murah tentunya. Tapi kalau di Prancis sendiri harga makanan murah dan sederhana," ucap Gillers.

Masakan Prancis Tidak Dimasak dengan Matang

"Ini masalah perbedaan budaya. Di Prancis, steak dimasak medium-rare sudah dianggap matang, tapi tidak disini. Tapi kalau mesan Steak kan pasti ditanya mau tingkat kematangan seperti apa," jelas Gilles.

Masakan Prancis adalah Sebuah Seni. "Mempelajari masakan Prancis harus juga mempelajari sejarah, ada warisan budaya disana. Bagi para juru masak, memasak itu seperti melukis. Ada pendekatan tersendiri dan ciri khas yang unik," ujar Gilles.

Masakan Perancis Cocok dengan Wine

“Setiap wilayah di Prancis menghasilkan wine. Wine sudah jadi bagian dari masyarakat Perancis. Jika dilihat sejarahnya, pada abad mula-mula, wilayah-wilayah kecil di Prancis memiliki pemimpin masing-masing dan mereka berlomba untuk menghasilkan wine sebagai lambang kemakmuran. Bahkan saat ini, cukup banyak masyarakat yang membuat taman kecil dirumahnya untuk ditanami anggur," pungkas Gilles.


(DEV)