Padang Kota Tercinta

Pelangi Karismakristi    •    Minggu, 04 Mar 2018 19:00 WIB
galeriindonesiakaya
Padang Kota Tercinta
Suasana obyek wisata Jam Gadang yang menjadi ikon Sumatera Barat. Foto: ANT/ Nyoman Budhiana

Jakarta: Masakan khas Kota Padang, Sumatera Barat, membuat banyak orang jatuh hati. Selain kuliner, Padang punya segudang potensi wisata, baik alam yang indah maupun beragam budaya serta adat istiadat yang masih lestari hingga kini.

Bahkan kebudayaan yang melekat pada masyarakat Minang yang memiliki semboyan Adat Bersandi Sarak, Sarak Bersandi Kitabullah itu mengantarkannya sampai ke mancanegara. Adalah Nan Jombang, grup tari yang melestarikan dan memperkenalkan tarian khas Padang ke level internasional yang telah berdiri sejak 1983 di bawah pimpinan Ery Mefri.

Bersama Nan Jombang Dance Company, Ery Mefri memproduksi banyak karya tari modern yang mendasarkan diri pada tradisi Minangkabau. Kelompok ini telah berpentas di berbagai acara seni berskala nasional maupun internasional, antara lain, American Dance Festival di Durham, Carolina Utara dan New York, Amerika Serikat (1994), Contemporary Dance Festival di STSI Padang Panjang (1995).

Selain itu, Nan Jombang juga menyelenggarakan Forum Kerja Koreografer 3 Negara: Indonesia, Amerika dan Korea Selatan (2000), dan pentas keliling Tarian Malam di Singapura, Australia dan Amerika Serikat (2012). Pada 2008, Ery Mefri mendapat penghargaan Tuah Sakato dari Gubernur Sumatera Barat, sebagai seniman yang total dan mengabdi untuk kemajuan kesenian dan kebudayaan Sumatera Barat. 

Dari Padang, beralih sejenak ke Bukittinggi. Di sana terdapat rumah kelahiran salah satu Proklamator Indonesia, Mohammad Hatta atau yang karib disapa Bung Hatta.

Bung Hatta dilahirkan di sebuah rumah sederhana yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Nomor 37, Bukittinggi. Di rumah tersebut, Anda dapat melihat kesederhanaan Bapak Proklamator. Rumahnya terbuat dari kayu, berlantai dua, dan berukuran tak terlalu besar. Satu-satunya barang yang mencerminkan jika keluarga Bung Hatta dahulu adalah keluarga terpandang yaitu kereta bugi.  

Tak hanya itu saja, Anda juga bisa melihat silsilah keluarga Bung Hatta melalui dokumentasi dan informasi yang terpajang rapi dalam pigura. Untuk mengunjungi rumah kelahiran Bung Hatta tak dipugut biaya alias gratis, buka setiap hari dari Senin sampai Minggu, pukul 08.00-18.00. 

Jangan lupa juga untuk mencicipi kuliner di sana. Salah satunya adalah rumah makan ayam pop pertama di Indonesia, Rumah Makan Benteng Family, Bukittinggi. Di sana muncul cikal bakal lahirnya ayam pop di Indonesia. 

Penasaran dengan keseruan lain yang ada di Padang? Simak selengkapnya dalam program IDEnesia episode Padang Kota Tercinta, Minggu, 4 Maret 2018, pukul 21.30 WIB, hanya di Metro TV.  



(ROS)