Menikmati Nasi Liwet di Warung Teteh

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 20 Jul 2017 19:08 WIB
liputan kuliner
Menikmati Nasi Liwet di Warung Teteh
Salah satu tempat makan yang terkenal dengan menu tersebut adalah Warung Teteh yang terletak di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Foto: Dok. Warung Teteh)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tren makanan memang tak akan ada habisnya. Kali ini, nasi liwet tengah menjadi primadona selama bulan Ramadan 2017 lalu hingga kini. Konsep tren ini adalah makan bersama dengan dimana nasi dan lauk diletakkan secara memanjang beralaskan daun pisang. 

Salah satu tempat makan yang terkenal dengan menu tersebut adalah Warung Teteh yang terletak di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Warung yang sudah berisi sejak 2014 tersebut mendapatkan ide nasi liwet dari kebiasaan daerah asal, yaitu Sukabumi, Jawa Barat. 



"Menu ini muncul sejak puasa tahun lalu. Awalnya, kami hanya ingin mengadakan munggahan (tradisi menyambut bulan Ramadan) bersama keluarga dengan konsep ini, daun pisang juga hanya ambil di kebun belakang," tukas pemilik tempat makan Alona Puspa saat ditemui Metrotvnews.com, Selasa (6/6/17) silam. 

Kemudian, setelah beberapa kali menggunakan konsep dengan pencampuran nasi dan lauk bersamaan, gaya makan tersebut pun menjadi viral karena banyak diunggah di media sosial. Melihat animo pelanggan yang positif, Alona pun mulai mempertimbangkan untuk membuat paket nasi liwet. 

Paket yang tersedia hanya satu macam dengan pemesanan minimal empat porsi seharga Rp 120 ribu dimana setiap penambahan porsi akan dikenai biaya Rp 30 ribu, di luar minuman. 

Menu yang terdapat dapat paket tersebut adalah nasi liwet, ikan asin peda, ikan nila tawar bayi, ikan dendeng manis, tahu tempe, pencok kacang, sambal terasi, dan lalapan. Ada juga tambahan seperti jengkol goreng (Rp 35 ribu /porsi) dan pete (Rp 15 ribu/papan). 

"Nasi liwet kami memiliki ciri khas khusus, berbeda dengan nasi putih atau nasi uduk. Nasi kami diberi bumbu seperti rempah dan kaldu ikan yang nyambung dengan lauk," terangnya. 



Ia menjelaskan, nasi liwet yang disajikan memiliki rasa gurih yang berasal dari kaldu ikan dan campuran beberapa bumbu lain seperti daun salam dan sereh. Namun, tak ada campuran santan dalam nasi. 

(Baca juga: Ini Perbedaan Nasi Liwet Solo dengan Sunda)

Dominasi rasa ikan dalam nasi tersebut membuat Warung Teteh menjadikan menu ikan sebagai lauk pendamping dalam paket. Beberapa menu daging seperti ayam goreng atau  paru disediakan sebagai menu tambahan. 

Bahan makanan yang digunakan untuk membuat makanan tersebut juga langsung didatangkan dari Sukabumi seperti ikan dendeng dan bumbu campuran untuk lauk dan nasi. 

Keenakan nasi liwet Warung Teteh sepertinya sudah tak perlu diragukan lagi. Hal ini terlihat dari pesanan yang mencapai 500-700 porsi di bulan Ramadan dan 300-400 porsi di hari biasa. Setiap siang dan sore, warung berkapasitas 75 orang tersebut selalu penuh. 

"Pada bulan puasa kemarin ini, kami melayani pemesanan di tempat pada pukul 6 sore, 8 malam, dan 10 malam. Saat sahur kami juga terima," tambahnya. 



Selain datang ke tempat, Warung Teteh juga menyediakan pemesanan bawa pulang (take away) dimana bila membutuhkan bantuan orang untuk menata akan dikenai biaya Rp 150 ribu di luar ongkos kirim. 

"Biasanya pemesan bisa menata sendiri. Namun untuk jumlah yang banyak seperti lebih dari 100 porsi, kami menawari bantuan orang karena mereka kan juga sibuk, ya. Kami kirim makanan dengan kendaraan online dan kami kasih daun pisang juga," ungkapnya. 










(TIN)