Waktu Paling Ekonomis untuk Liburan di Indonesia pada Tahun 2017

Elang Riki Yanuar    •    Sabtu, 20 May 2017 18:43 WIB
liburanwisata
Waktu Paling Ekonomis untuk Liburan di Indonesia pada Tahun 2017
Borobudur salah satu tempat wisata di Indonesia (Foto: lampa-lampa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mesin pencarian travel global Skyscanner mempublikasikan data membantu wisatawan Indonesia dalam menghemat biaya perjalanan domestik di tahun 2017. Data ini merupakan bagian terbaru dari serangkaian prediksi yang dikenal sebagai "Panduan Evolusi Harga."

Data ini telah dijabarkan ke dalam sejumlah skema dan grafik yang menunjukkan rata-rata tarif tiket pulang-pergi dari sepuluh kota populer di seluruh Indonesia. Data ini didasari oleh pola harga selama dua tahun terakhir dan merupakan indikator yang baik untuk prediksi harga tiket tahun ini. Dengan begitu, wisatawan bisa menghemat.
 
"Prediksi ini didasari oleh data yang sudah kami kumpulkan dalam dua tahun terakhir. Oleh karena itu, wisatawan domestik dapat menggunakan prediksi ini untuk mendapatkan tarif paling ekonomis ketika merencanakan liburan selanjutnya," jelas Yulianto Balawan, Senior Marketing Manager Skyscanner.co.id dalam keterangan tertulisnya.

Bagi wisatawan yang ingin ke Bali tahun ini, Skyscanner memprediksikan bahwa Januari akan menjadi saat yang terbaik untuk berangkat. Penerbangan termurah berikutnya dapat diakses pada September dengan prediksi tarif pulang pergi berkisar pada Rp2,2 juta.


(Foto: skyscanner)

Bagi mereka yang membeli tiket pulang-pergi ke Jakarta, data ini menempatkan bulan Juli sebagai momen termurah untuk tiket penerbangan domestik. Skyscanner memprediksi biaya pulang-pergi ke Jakarta di bulan Juli berkisar pada Rp2,1 juta.

Dalam kasus harga penerbangan domestik, Yogyakarta memiliki pola yang serupa dengan Bali. Biaya perjalanan termurah ke Yogyakarta dapat diakses pada awal tahun, di bulan Februari. Sama seperti Bali juga, harga penerbangan termurah berikutnya dapat dinikmati pada bulan September, ketika biaya tiket pulang-pergi diperkirakan berkisar Rp1,33 juta.

Mengenai Praya (Lombok), saat paling ekonomis untuk menjalani penerbangan domestik adalah bulan Februari, ketika rata-rata biaya yang diraup berkisar Rp1,4 juta. Untuk momen terbaik selanjutnya, pada bulan Oktober, harga tiket pulang-pergi Praya (Lombok) akan mencapai Rp2,05 juta.

Dengan harga tiket pulang-pergi seputar Rp1,3 juta, September adalah waktu paling ekonomis untuk terbang ke Surabaya. Data untuk Medan juga menunjukkan hal serupa. Harga paling ekonomis diperkirakan mencapai titik terendah pada September dengan tarif di titik Rp1,7 juta.

Tiket pulang-pergi Labuan Bajo mencapai titik terendah pada bulan Februari ketika harga penerbangan pulang-pergi domestik berkisar pada Rp1,9 juta. Sayangnya, wisatawan yang mengincar lokasi tersebut mungkin harus menunggu tahun depan untuk berwisata ke Labuan Bajo. Tiket penerbangan pulang-pergi untuk Labuan Bajo tidak akan menjadi murah lagi pada sisa 2017 ini.

Oktober akan menjadi saat terbaik untuk membeli tiket pulang-pergi ke Makassar, saat harga rata-rata diprediksi mencapai angka Rp1,4 juta. Di lain sisi, kemungkinan besar Semarang telah mencapai harga paling ekonomis pada bulan Februari lalu, dengan harga Rp993.319.



Menurut Skyscanner, momen ekonomis berikutnya untuk terbang ke Semarang akan datang pada September dengan harga Rp1,2 juta.

Dari refleksi data tarif penerbangan selama dua tahun terakhir, Skyscanner memprediksi tarif penerbangan ke Padang akan mencapai titik terendah pada Oktober, dengan harga mencapai Rp1,5 juta.

"Kita sadar bahwa mayoritas warga Indonesia amat memperhatikan biaya wisata domestik. Untuk alasan ini, kita percaya bahwa kita dapat membantu wisatawan lokal dengan mengumpulkan data Skyscanner.co.id dan mempresentasikannya secara sederhana dan mudah dimengerti, lalu memberikan prediksi edukatif dari data tersebut,” jelas Yulianto.

 


(ELG)