Bayang-Bayang Syahrini di Via Condotti Roma

Fitra Iskandar, Cecylia Rura    •    Jumat, 19 Oct 2018 17:35 WIB
travel
Bayang-Bayang Syahrini di Via Condotti Roma
Pemandangan jalan Via Condotti, Roma Italia. (Foto::Fitra Iskandar/Medcom)

ROMA:  Via Condotti adalah salah satu titik terbaik di Roma, Italia. Butik merek-merek ternama berjajar. Etalase-etalase memanjakan mata.  Surga buat yang suka belanja. Sebentar… Saat akan menyelesaikan paragraf ini  tiba-tiba saja Princes Syahrini muncul di benak saya. Pasang senyum paling manis sambil menenteng-nenteng kantong belanjaan.  

Iya Syahrini yang itu. Yang mau maju mau mundur dia tetap cantik. Saya terbayang-bayang biduan yang suka dipanggil Incess itu saat melihat butik Hermes di Via Condotti, beberapa waktu lalu. Mungkin gara-gara keseringan terpapar infotainment.

Karena penasaran, saya iseng langsung googling. Kata kuncinya,  ‘Syahrini+Via Condotti.  Saya tebak bahwa ada jejaknya di tempat itu. Incess toh suka ke luar negeri dan beli-beli item fesyen mewah. Kemungkinan besar beliau sudah mampir ke Via Condotti.

 Eh benar saja.  Ada berita tahun 2014 yang membuktikan bahwa beberapa butik di Via Condotti ternyata pernah dia ‘jarah manjah’. Potongan kabar di media daring yang cuma bersumber dari instagram Syahrini itu menyebut bahwa dari Via Condotti, Incess memboyong tas Hermes dan sepatu Cristian Louboutin.

Jangan salah lafal ya. Kamu bisa belajar nyebutnya di sini untuk Hermes dan di sini untuk Cristian Louboutin.



Markas Merek Top Italia
Via Condotti memang tempat favorit untuk belanja fesyen adiluhung. Sosok seperti Syahrini bila melancong ke Kota Roma sepertinya mustahil melewatkan tempat ini. Enggak peduli meski di Via Condotti  Jamie Chua, Carendelano, Nina Kaginda, Dash Berlin, Silvia K, dan Emma pada jadi satpam toko. Saya rasa Incess pantang mundur. Via Condotti harus ditaklukkan!

Emang enam nama itu siapa kok disebut-sebut? Mbuh… Saya dapat nama-nama itu juga gara-gara googling nama Syahrini :-).  Ada satu judul berita yang menarik perhatian jadinya saya klik. Judulnya begini: Dulu Teman dan Lengket Banget, Tak Disangka 6 Pesohor Ini Sekarang Justru Musuhan dengan Syahrini’. Terkuaklah enam nama itu. Hahaha, penting banget ditulis!

Saya cuma pinjam ceritanya buat menggambarkan betapa Via Condotti adalah surga belanja yang kemungkin gede masuk list kunjungan paling atas para pengoleksi fesyen mewah ketika ke Roma. Semangat Julius Caesar juga pasti begitu meresap dalam sanubari Si Teteh. Veni, Vedi, Shopping. Saya datang, saya lihat, saya belanja.

Buat yang cuma hobi koleksi magnet kulkas
Well, kembali ke Via Condotti. Walaupun Kamu enggak hobi belanja fesyen, saran saya jangan coret tempat ini dari daftar kunjungan.  Enggak perlu minder karena isi dompet cuma cocok buat beli magnet sama gantungan kunci. Ngomongin diri sendiri ini mah :-). Menyusuri jalan di antara butik para desainer ternama dunia ini sangat asyik. Bangunan tua berpadu dengan pakaian-pakaian indah terpajang adalah pemandangan yang langka.

Kita bisa merasakan sensasi unik ketika melihat bagaimana brand-brand mahal itu adu pesona di sini. Sebut deh!  Prada, Salvatore Verragamo, Gucci, Dolce Gabana, Damiani, Bvlgari, Armani, Hermes, Louis Vuitton, Max Mara, Dior, Moncler ada di sini.

Semua butik itu menggoda turis dengan anggun. Tidak memasang banner-banner mencolok apalagi bikin acara meet and greet  sama artis sinetron. Paling banter mereka memasang stiker tanda lagi diskon atau sale.



Rumah-rumah fesyen itu biasanya juga menaruh kertas seukuran tablet 9 Inch yang rapih dilapisi kaca. Di letakkan persis di dalam kaca toko yang bisa dilihat dari luar. Isinya harga-harga sejumlah item yang mereka rekomendasikan.

Di sini banyak kok, turis yang cuma lihat-lihat dari luar kaca toko. Meski masuk ke dalam juga  enggak perlu sungkan sebenarnya. SPG nya ramah. Enggak langsung main pepet. Dijamin enggak ada suara yang tiba-tiba datang dari belakang, “Boleh Kak, cari apa...”

Tadinya sih saya mau masuk ke toko Hermes, tapi kayaknya kok aneh buat cowok kayak saya. Lagi pula tokonya lagi direnovasi.

Belanja Tetapi Enggak Merongrong Kantong
Masing-masing Toko-toko di sepanjang Via Condotti paling luasnya sebesar lapangan bulu tangkis. Sekitar itulah. Tetapi toko  H&M paling besar. Berdiri di pojok jalan, bangunannya bercat putih dan berlantai dua. Di Via Condotti seperti juga di kawasan Roma lain, bangunan didominasi warna kecoklatan karena memang bangunan tua, sebab itu ‘lapak’ H&M terlihat paling lain.

Perusahaan clothing line dari Swedia ini memajang besar-besar tanda diskon 70%, nyaris di setiap jendelanya.

Saya sempat masuk sebentar ke H&M sekadar melihat-lihat. Tepatnya mencari teman yang sedang belanja di situ. Salah satu teman membeli sepasang sepatu outdoor hanya sekitar Rp250 ribu jika harganya dalam Euro dikonversi ke rupiah. Teman satu lagi karena kakinya lecet akibat hak tinggi, dia membeli sepatu teplek harganya sekitar Rp90 ribu. Tapi ya itu. Made in China sist...

Biar begitu, dipikir-pikir, toko ini  bisa jadi solusi buat turis yang pengin merasakan sensasi belanja di Via Condotti tetapi cukup disiplin dalam menjaga stabilitas neraca keuangan. Yang penting judulnya belanja di Via Condotti, khan.

Ini memang tempat belanja ikonik. Bayangkan, pamornya Via Condotti sejajar dengan tempat belanja fesyen top di Eropa seperti Via Montenapoleone di Milan, Rue du Faubourg-Saint Honore di Paris, Via de’Tornuoni di Florence, dan Bond Street di London. Katanya...

Buat cewek-cewek, mungkin akan lebih afdol kalau rangkaian acara vakansi ke Roma ini diisi dengan belanja satu-dua barang di sini. Pengalaman yang akan selalu dikenang dan tak lekang oleh waktu, dan kelak, bisa diceritakan sampai ke anak-cucu. Literally,  kalau kata #AnakSelatan. Sungguh, kalau kata penggiat  #SosialisasiBahasaIndonesiaYangBaikdanBenar.

Saya sebenarnya pengin dengar Incess berbagi tips dan pengalamannya belanja di  Via Condotti sama pembaca sekalian. Sayang Incess kayaknya sudah enggak ingat lagi.

 ”Aduh maaf itu kapan ya? Sudah lupa karena sudah lama sekali ya,” begitu kata si Teteh cantik ini waktu ditemui Medcom di sela acara konsernya bersama Setia Band feat Rama Eru dan  Iva Lola tengah pekan ini di Bogor.



Ya sudah. Enggak apa-apa. Kalau Si Teteh sudah lupa, kita simak saja tips dari Maria Pasquale, bloger yang ahli banget soal Roma dan tetek-bengeknya. Dia punya beberapa saran.
Waktu Ideal ke Via Condotti?

Via Condotti menurutnya lebih nyaman dikunjungi di luar akhir pekan karena lebih lengang. Tidak terlalu sesak oleh turis. Saat Medcom berjalan di Via Condotti di hari kerja, tempat ini memang tidak terlalu ramai. Kita bisa berjalan dengan santai dan tidak berdesak-desakan.

Kalau ternyata godaan Via Condotti begitu kuat. Apa boleh buat. Sikat!  Langkah selanjutnya adalah tanya diskon ke penjaga toko. Kata Maria, belanja di sini tidak perlu malu untuk menanyakan diskon karena merek seperti Bvlgari pun memberikan diskon khusus (discretionary discounts).

Dia juga menyarankan  tidak perlu sungkan untuk banyak bertanya tentang produk yang ingin dibeli  karena menurutnya, kemewahan bukan hanya soal kualitas produk tetapi pelayanan yang mewah juga.

Rekomendasi Maria
Di belantara merek-merek mewah itu, menurut Maria salah satu butik yang  perlu (recommended)  dijadikan sasaran belanja adalah butik tas kulit Francesco Rogani.  Meski tidak mendunia, merek Italia ini punya kualitas yang yahud dan desainnya elegan. Italia bingits.
Positive thinking saja Maria bukan lagi jadi endorser nih.

Omong-omong, belanja di sini juga menarik karena turis bisa mendapatkan pengembalian pajak.(value added taxt refund) 20%.  Kamu tinggal minta bantuan penjaga tokonya, mereka akan menyiapkan dokumen yang diperlukan. Kamu tinggal menunjukkan passport ke mereka. Nanti sebelum pulang dokumen VAT dari toko itu bisa diklaim di konter-konter pengembalian pajak yang disediakan di bandara. Lumayan kan ada uang kembali.
 
Tempat Kongkow Kafe Grecco
Selain tempat belanja, Via Condotti juga menyimpan sejarah. Ada Kafe Grecco yang sudah berdiri sejak 1760. Kafe tertua di Roma.  Sejumlah figur terkenal Italia dan dunia yang pernah ngopi di sini di antaranya Morrisey, Wagner, Maria Zambrano, bahkan Casanova. Kafe ini juga jadi latar cerita novel The Cana Mystery (2013).  

Penemu sistem radio Guglielmo Marconi (1874--1937) yang tinggal di Via Condotti 11, konon sering nongkrong di kafe ini. Saya sempat mencari lokasi bekas rumahnya, namun sayang belum ketemu. Enggak punya banyak waktu buat keliling. Kebetulan di Via Condotti saya cuma numpang tidur di The Inn At The Spanish Steps.  Satu-satunya hotel di jalan itu. Pagi langsung keliling tempat lain sampai malam.

Baca: Menyelinap ke Hotel Kecil di Jantung Surga Belanja Fesyen Roma.



Penulis kenamaan dari Rusia, Nikolai Gogol (1809--1852) kabarnya juga sangat suka nongkrong di Kafe Greco saat menetap di Roma.

Jadi, kalau tidak mau ikut gaya Syahrini, belanja-belanja, kamu yang suka bergaya ala penulis hebat  bisa meniru kebiasaan Gogol dengan duduk di pojok kafe ini. Nyeruput kopi, baca koran atau buku, dan memperhatikan tingkah orang keluar masuk kafe.

 Atau sekadar il dolce far niente. Istilah Italia untuk  asyik santai enggak ngapa-ngapain.  Yang penting jangan banyak lihat-lihat gadget.  Karena suasana Café Greco punya efek mesin waktu yang bisa melempar pengunjungnya ke era berabad-abad lampau.

Nah, kalau sudah lelah berbelanja atau window shoping, atau  sudah ngopi di Kafe Greco, itu berarti sudah waktunya menikmati Roma di Spanish Steps. Lokasi yang bagus juga buat foto-foto atau sekadar duduk-duduk di tangga dengan pemandangan orang lalu-lalang di Via Condotti. Siapa tahu ketemu Princess lagi :-)


Spanish Steps. Tangga-tangga itu biasa jadi tempat nongkrong.

Tapi kalau lapar dan pengin ketemu nasi, ada warcin alias warung china di dekat-dekat situ.  Patokannya, di ujung jalan Via Condotti tepatnya di Piazza di Spagna, semacam alun-alun begitu, kamu tinggal ikuti jalan ke kanan, kemudian belok ke ke kiri. Ikuti saja jalannya, nanti ada restoran Tien Tsin. Dijamin masakannya sesuai lidah orang Asia. Kalau udah kenyang tinggal bilang ‘ulala’ kayak  Incess Syahrini.  

Oh tidak! Bayangan Syahrini muncul lagi di kepala….


(FIT)