Wisatawan di Asia Pasifik Kian Menggemari Liburan Salju

Yatin Suleha    •    Jumat, 19 Oct 2018 20:35 WIB
wisata
Wisatawan di Asia Pasifik Kian Menggemari Liburan Salju
Pasar liburan bersalju mengalami pertumbuhan yang cepat di Asia Pasifik dalam tiga tahun terakhir. (Foto: Dok. Club Med Indonesia)

Jakarta: Pasar liburan bersalju mengalami pertumbuhan yang cepat di Asia Pasifik dalam tiga tahun terakhir dengan perkiraan sekitar 238 juta pelancong termasuk 138 juta dalam 12 bulan terakhir.

Angka-angka tersebut berkorelasi dengan tingkat kemakmuran dan tumbuhnya keinginan untuk menjelajahi dunia dengan cara yang lebih eksperimental dan berbeda baik dengan keluarga maupun teman.

Temua ini dirilis oleh Club Méditerranée, atau lebih sering dikenal dengan sebutan Club Med, yaitu sebuah perusahaan Prancis yang bergerak dibidang resor dan memiliki beberapa cabang di seluruh dunia-biasanya terdapat di lokasi eksotis.

Laporan Resor Salju di Asia Pasifik yang dikeluarkan oleh Club Med mengidentifikasi pandangan-pandangan dan kelebihan-kelebihan utama resor salju di 11 negara dengan menanyakan 5.500 responden dari China sampai Australia.

Berkat dukungan dari perusahaan penelitian pasar independen Insightzclub, laporan tahun ini berhasil pula memetakan pasar wisatawan yang beragam, berpengetahuan tinggi dan kaya, yang kian menggemari liburan di resor salju.


(Pasar liburan bersalju mengalami pertumbuhan yang cepat di Asia Pasifik dalam tiga tahun terakhir dengan perkiraan sekitar 238 juta pelancong termasuk 138 juta dalam 12 bulan terakhir. Temuan tersebut dirilis oleh Club Med-yaitu Hotel ini dianggap sebagai asal-mula all-inclusive resort. Foto: Dok. Club Med Indonesia)

Xavier Desaulles, CEO of Club Med, East and South Asia & Pacific, mengatakan, “Penelitian ini memberikan wawasan yang tepat waktu mengenai konsumen Asia Pasifik sekarang yang menggemari liburan salju. Pasar berkembang sangat pesat seiring dengan kian tumbuhnya jumlah orang kaya di Asia dan minat untuk melakukan liburan salju juga akan naik seiring dengan pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang dan Beijing."
 
“Laporan ini sangat penting sebagai alat yang memungkinkan kami untuk berbagi informasi dan melayani klien dan mitra regional karena kami mengetahui bagaimana kebiasaan dan kebutuhan mereka berkembang, dan juga karena kami terus membuka resor gunung baru, baik di pasar regional dan global,” tambahnya.  

(Baca juga: Ayo, Nikmati Salju Musim Dingin di Korea Selatan)

Milenial Memimpin Pasar yang Tumbuh Pesat
 

Tidak mengherankan, China adalah pasar penggemar salju terbesar di dunia, diikuti oleh India dan Jepang. Namun, pasar dengan sedikit atau tanpa salju seperti Hong Kong SAR, Singapura dan Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat meskipun dari basis yang lebih kecil karena mereka mencari liburan berbasis pengalaman yang lebih banyak serta segarnya udara.

Meski usia rata-rata penduduk di negara dengan liburan salju adalah 38 tahun, negara-negara dengan populasi milenium besar seperti China, Malaysia, Indonesia dan India memiliki usia rata-rata lebih muda, yaitu 34 tahun. Jepang memiliki usia rata-rata tertua yaitu 45 sejalan dengan karakteristik demografinya.
 
Saat ini liburan salju tetap mejadi domain orang kaya. 85 persen pelancong liburan salju Asia memiliki pendapatan rumah tangga sebesar USD4.000 atau lebih - jauh lebih tinggi daripada populasi umum Asia Pasifik sebesar 33 persen.

Ada yang berbeda juga karena dalam temuan ini wanita lebih memimpin. "Liburan salju secara tradisional didominasi laki-laki tetapi beberapa pasar menunjukkan bias perempuan yang kuat dan minat yang meningkat dalam petualangan salju di luar ruangan di luar ski dan snowboarding.

Hong Kong SAR (57%), Singapura (56%), Malaysia (58%) dan Australia (54%) memimpin bias peringkat terhadap lebih banyak wisatawan salju wanita. Jepang (83%) dan India (70%) masih didominasi laki-laki," tulis rilis yang diterima Medcom.id.


(Club Méditerranée, atau lebih sering dikenal dengan sebutan Club Med, yaitu sebuah perusahaan Prancis yang bergerak dibidang resor dan memiliki beberapa cabang di seluruh dunia-biasanya terdapat di lokasi eksotis. Foto: Dok. Club Med Indonesia)

Lebih dari Sekedar Ski
 
Tidak seperti di Amerika Utara dan pasar Eropa yang sangat ski dan snowboard sentris, pelancong Asia Pasifik mencari pengalaman salju yang jauh lebih beragam, terkadang tanpa ski atau snowboard sama sekali.
 
Dengan makanan ada di jantung banyak budaya Asia, tidak mengherankan melihat mereka makan makanan lokal (53%) berada di atas daftar, diikuti dengan menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman (51%) dan kegiatan menyenangkan lainnya di gunung (50%) pembulatan dari tiga besar.

Atraksi lokal (47%) dan kontak dengan alam (47%) juga merupakan pertimbangan yang populer. Spa masuk ke dalam 10 aktivitas teratas untuk liburan yang lengkap dengan resor yang dilengkapi dengan akses ke semua fasilitas yang diperlukan.
 
Secara signifikan, 29% juga menyatakan tidak melakukan apa pun sebagai alasan untuk pergi ke destinasi gunung yang menunjukkan keinginan untuk menjauh dari itu semua dan menikmati lingkungan mereka.


(China adalah pasar penggemar salju terbesar di dunia, diikuti oleh India dan Jepang. Foto: Dok. Club Med Indonesia)

Jatuh Cinta dengan Jepang, Korea dan Swiss
 

Sembilan dari 11 pasar memilih Jepang sebagai pilihan utama untuk liburan bersalju di wilayah tersebut. Dikenal karena pemandangannya, kegiatannya yang beragam, butiran salju serta masakannya, pecinta salju pun berbondong-bondong ke Hokkaido di Jepang.
 
Setelah Hokkaido, resor di Korea Selatan rupanya sangat menarik bagi pasar Asia dan menempati urutan kedua, sementara pendatang baru China mengekor di posisi keempat. Dengan berakhirnya Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang, Korea Selatan pada tahun 2018 dan Olimpiade Musim Dingin Beijing pada tahun 2022 mendatang, animo terhadap kedua destinasi tersebut pun terus ditingkatkan.
 
Kejutan datang dari Swiss yang menempati posisi ketiga secara regional dan peringkat pertama untuk tujuan jangka panjang.
 
Untuk orang India yang menggilai salju, Swiss merupakan tujuan yang paling diminati, di mana sebagian faktor pendorongnya yakni popularitas negara tersebut dalam layar Bollywood. Sementara itu, St Moritz di Swiss menjadi tujuan jangka panjang pertama bagi orang Asia yang mencari liburan bersalju.
 
Rata-rata, 78 persen turis Asia-Pasifik tinggal lebih dari empat malam dan 50 persen dari mereka menghabiskan setidaknya USD300 per hari per orang.
 
Di Asia Pasifik, hotel dan resor adalah pilihan utama akomodasi, dengan 90 persen populasi memilih kedua tempat ini. Para pelancong kelas atas dari Asia pun memprioritaskan kenyamanan saat berwisata salju.
 
Selama setahun terakhir, Club Med adalah pemimpin pasar dalam hal liburan musim salju (brand nomor satu) di Hong Kong, Singapura, dan Indonesia di kategori kelas atas, dengan 70 ribu pelancong mengunjungi resor pegunungannya di seluruh dunia. Club Med tumbuh 60 persen dibanding tahun lalu-semakin menuju tempat teratas di seluruh pasar Asia Pasifik.




(TIN)