Permadani Ranah Pekalongan

Pelangi Karismakristi    •    Rabu, 09 Nov 2016 18:03 WIB
galeriindonesiakaya
Permadani Ranah Pekalongan
Batik Pekalongan. Foto: Dok. Metro TV

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi para pecinta wastra nusantara, terutama batik, wajib berkunjung ke Pekalongan, Jawa Tengah. Di sana Anda bisa bisa menjumpai banyak kain batik cantik dan memikat hati.

Sama dengan batik lainnya, batik Pekalongan memiliki beragam motif dan ciri khas. Pada beberapa motif batik Pekalongan klasik motif semen, di mana corak ini hampir sama dengan Solo dan Yogyakarta, yakni terdapat gambar tumbuhan dan garuda dengan pengisian motif berupa garis-garis. 

Sementara, motif batik asli Pekalongan adalah motif Jlamprang, yaitu motif nitik yang tergolong motif batik geometris. Hal ini dilatarbelakangi oleh sang pembatik yang konon merupakan keturunan Arab yang beragama Islam, dan mereka tidak mau menggunakan ornamen berbentuk benda hidup. 

Ciri lainnya batik Pekalongan terdapat pada warna yang warna cerah, seperti merah, kuning, hijau, biru, violet dan, oranye. Ini disebabkan para pembatik adalah penduduk daerah pesisir, sehingga menyukai warna cerah. 

Yang juga unik ialah Batik Pasema, penamaannya merupakan akronim dari pagi, sore, siang, malam. Jika diamati, batik ini memiliki motif dan pewarnaan sangat unik. Dalam sehelai kain batik, terdapat empat warna sekaligus, yaitu biru, ungu, kuning, dan oranye.

Keempat warna terletak pada kedua sisi kain. Pada bagian depan, terdapat warna biru dan oranye, sedangkan di sisi belakang menggunakan warna ungu dan kuning. Sebuah perpaduan yang sangat manis.

"Kalau dulu saya baru lihat batik yang pagi sore, setelah kami coba bisa ternyata dijadikan empat warna sekaligus. Jadi kalau misal pergi seharian di empat acara, tinggal dibolak-balik saja kainnya," kelakar salah seorang pengusaha batik Pekalongan, Nurcahyo.

Selain dijuluki sebagai Kota Batik, Pekalongan memiliki banyak peninggalan sejarah yang sayang jika dilewatkan. Antara lain Museum Batik dan berbagai cagar budaya lainnya yang memiliki khasanah sejarah kota ber-tag line World's City of Batik ini.

Setelah puas melihat-lihat aneka batik dan beragam wisata di Pekalongan, belum afdol rasanya kalau belum mencicipi lezatnya kuliner khas di sana. Salah satunya adalah soto tauto. Penganan ini berisi bihun, tauge, potongan kol, jeroan sapi, dan suwiran daging ayam. Satu sendok bumbu tauco dibubuhkan di atasnya dan diberi kuah tauco yang hangat.

"Rasa rempah-rempahnya sangat terasa, apalagi teman makannya pakai tempe mendoan. Jadi kalau ke Pekalongan jangan lupa mencoba soto tauto, ini lezat sekali," terang host Idenesia Renitasari Adrian sembari menyantap soto tauto.

Tak kalah enaknya, Renita juga berkesempatan untuk mencoba penganan nasi megono. Kudapan ini merupakan nasi putih yang dicampur dengan urap nangka muda. Sebagai pelengkapnya, nasi megono akan dipadukan dengan berbagai lauk, seperti ayam kecap, telur mata sapi dan sambal untuk menciptakan sensasi yang lebih sedap.

"Biasanya nasi megono disantap bareng tongseng. Rasanya unik, terasa gurih. Ini enak sekali," tutur perempuan bertubuh semampai ini.

Penasaran dengan kelanjutan pelesiran Renitasari Adrian di Pekalongan? Simak perjalanannya dalam IDEnesia Metro TV pada Kamis(9/11/2016) pukul 22.30 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya. 


(ROS)

Video /