Gara-gara Iklan Wisata, Kota di Jepang Diserbu Lamaran Kerja "Ninja"

Purba Wirastama    •    Kamis, 26 Jul 2018 20:41 WIB
ninjawisata jepang
Gara-gara Iklan Wisata, Kota di Jepang Diserbu Lamaran Kerja Ninja
Ilustrasi ninja (Foto: escapism)

Iga: Aktivitas promosi pariwisata dari sebuah kota di Jepang membuat pemerintahnya gempar sendiri. Gara-gara salah satu iklan yang beredar di AS dan dunia maya, lusinan orang dari 23 negara menyerbu kota ini dengan lamaran pekerjaan sebagai ninja.

Seperti dilaporkan Reuters, kota Iga telah lama dipromosikan sebagai "kota ninja". Mereka menyediakan pertunjukan ninja dan "pengalaman ninja" kepada para turis. Ninja sendiri adalah agen pembunuh dan mata-mata bayaran berkostum gelap dari Jepang era feodal.

Pekan lalu, radio NPR AS menyiarkan topik bahasan mengenai upaya promosi Iga sebagai kota ninja. Penyiar menyebut bahwa kota ini sedang kekurangan penampil ninja dan menyebutkan gaji potensial yang mungkin didapat.

Menurut The Japan Times, informasi yang tersebar soal gaji adalah sebesar USD23 juta (Rp322 miliar) hingga USD85 juta (Rp1,19 triliun) per tahun. Informasi ini tersebar viral di internet. Ada kesan bahwa kota tersebut sedang membuka lowongan kerja sebagai ninja penampil.

Lalu datanglah telepon dan surel dari sedikitnya 115 orang yang berminat menjadi ninja penampil.

"Salah, semuanya salah. Tidak ada diskusi tentang itu dan kami tidak menyebutkan soal uang," kata perwakilan divisi strategi wisata Motoyoshi Shimai, seperti dikutip Reuters, Kamis, 26 Juli 2018.

"Kebanyakan bertanya apakah kami benar-benar merekrut, tapi ada beberapa yang memohon kami untuk memperkerjakan mereka dan mencoba mempromosikan diri sendiri. Sebagian sungguh percaya diri atas tubuh dan kekuatan mereka," imbuh Shimai.

Setelah banjir permintaan itu, Iga langsung merilis pernyataan resmi dalam beberapa bahasa sekaligus. Meeka menegaskan tidak sedang merekrut dan meminta waspada akan hoax atau berita bohong.

Menurutnya, pemerintah kota tidak terganggu atas keriuhan ini, tetapi hanya terkejut. Mereka justru merasakan betul bahwa minat terhadap ninja begitu tinggi di dunia.

 
(ELG)