Gebyar Pesona Gunung Kawi Malang, Sajikan Aneka Olahan Telo

Aditya Mahatva Yodha    •    Rabu, 20 Sep 2017 08:01 WIB
wisata gunung
Gebyar Pesona Gunung Kawi Malang, Sajikan Aneka Olahan Telo
Sajian aneka olahan telo jadi bintang dalam Festival Pesona Gunung Kawi. (Foto: Metrotvnews.com/ Aditya Mahatva Yodha)

Metrotvnews.com, Malang: Menuju tempat wisata reliji Gunung Kawi, di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, nampak berjajar hidangan makanan yang begitu menggoda selera.

Namun yang unik ini berbahan telo (ubi) khas dari Gunung Kawi. Mulai dari makanan ringan seperti donat, bakpao, bakpia, carang emas, keripik, getuk, dodol hingga yang berat seperti nasi tumpeng, bakso, bakmie semua berbahan dari ubi Gunung Kawi.

Hal ini semua dilaksanan dalam rangka Gebyar Pesona Gunung Kawi untuk menyambut Suroan (Tahun Baru Hijriah 1438) serta menyongsong Hari Ulang Tahun Kabupaten Malang yang ke 1257.


(Sajian aneka olahan telo jadi bintang dalam Festival Pesona Gunung Kawi. Foto: Metrotvnews.com/Aditya Mahatva Yodha)

"Telo Gunung Kawi adalah ubi yang khas, karena jika ditanam di daerah lain tidak akan tumbuh dengan baik. Hal ini udah saya coba," ujar Wakil Bupati Malang, M Sanusi usai membuka acara Gebyar Pesona Gunung Kawi di Areal Komplek Wisata Reliji Gunung Kawi, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Selasa (19/9/2017).

(Baca juga: 5 Rahasia Persiapan 'Muncak' Gunung bagi Pendaki Pemula)

Festival jajanan dan makanan dari bahan Telo Gunung Kawi ini dilakukan untuk lebih menarik perhatian pengunjung saat perayaan Suroan.

"Setidaknya tak kurang dari ratusan ribu pengunjung yang datang saat perayaan Suro tiba, makanya biar ada yang beda kami lakukan festival jajanan khas telo Gunung Kawi pada perayaan Suro kali ini," ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara.


(Sajian khas telo Gunung Kawi. Foto: Metrotvnews.com/Aditya Mahatva Yodha)

Di Wisata Reliji Gunung Kawi sendiri terdapat dua makam pejuang islam yang diyakini sebagai pengikut Pangeran Diponegoro yakni Kiai Zakaria atau yang lebih dikenal dengan sebutan Eyang Jugo, dan satunya Raden Mas Iman Sudjono atau akrab disebut Mbah Sujo.

Pada hari-hari tertentu kedua makam ini ramai dikunjungi. Yakni saat hari Kamis malam Jumat legi, Malam Minggu atau saat bulan Suro.

"Pengunjung wisata reliji Gunung Kawi ramai pada saat Malam Jumat Legi, Malam minggu, atau bulan Suro. Karena di bulan Suro merupakan haul Eyang Jugo," kata Kepala Desa Wonosari, Kuswanto.








(TIN)