Belasan Reak Sumedang Beraksi di Festival Seni Budaya Sunda

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 23 Sep 2017 17:26 WIB
seni dan budaya
Belasan Reak Sumedang Beraksi di Festival Seni Budaya Sunda
Belasan Reak di Festival Kesenian Sunda Cipacing, Kabupaten Sumedang (Foto: mtvn/octa)

Metrotvnews.com, Sumedang: Kebudayaan Sunda ternyata memiliki nilai yang eksotis, seperti halnya yang diperlihatkan dalam Festival Seni Budaya Sunda yang digelar di Cipacing, Desa Jatinangor Kabupaten Sumedang. Salah satunya adalah reak.

Topeng berbentuk singa berambut hitam yang disambung dengan kostum dari karung goni menelan hampir seluruh tubuh si pemakai. Memang terlihat seram bagi yang pertama kali melihatnya, ditambah lagi dengan perwujudan sang singa yang menganga dengan mata terus membelalak.

Topeng tersebut dimainkan oleh tiga orang, yang terus melenggak-lenggok mengikuti irama ketukan kendang, suling dan alat musik lainnya.

Terlihat, orang yang memakai topeng ini seperti trance (kemasukan) tidak sadar dengan tingkah lakunya. Di sinilah tugas sang pawang yang datang ke tengah pagelaran menetralisir sang penari topeng.

Selain itu terlihat ada beberapa bocah kecil mengenakan pakaian hitam-hitam (pangsi) dan ikat kepala. Mereka ikut menari sambil menghayati setiap ketukan alunan gamelan.

"Ini merupakan seni masyarakat Sunda yang mencerminkan rasa suka cita untuk menjalin silaturahmi dan persaudaraan," ucap Jokoloyor, Ketua Panitia Kegiatan Festival Seni Budaya Cipacing, Kabupaten Sumedang Sabtu 23 September 2017.

Joko menuturkan, ada 11 grup reak yang dihadirkan. Dalam hiburan rakyat ini mereka datang dari seluruh penjuru Kabupaten Sumedang.

"Sebetulnya ada ratusan grup reak di Kabupaten Sumedang ini, namun kembali lagi ada desa-desa yang tidak mengirimkan perwakilannya dan juga, yang kita majukan untuk SK Pariwisata baru 11 grup," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumedang Irwansyah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menuturkan, Sumedang kaya akan seni dan budaya tidak hanya reak saja, ada Kuda renggong, Tarawangsa, Jaipongan.

"Ini adalah bentuk partisipasi kita dalam rangka mewujudkan Sumedang Pusat Budaya Sunda. Mudah - mudahan, kesenian seperti reak ini mampu mendongkrak pendapatan aset negara," pungkasnya.



 


(ELG)