Jelajah Melbourne

Keunggulan Minyak Zaitun Australia Dibanding Kepunyaan Spanyol

Hilman Haris    •    Senin, 03 Oct 2016 17:28 WIB
wisata australia
Keunggulan Minyak Zaitun Australia Dibanding Kepunyaan Spanyol
Cobram Estate merupakan produk minyak zaitun yang dihasilkan oleh

Metrotvnews.com, Melbourne: Minyak zaitun dari Spanyol mendominasi pasar serta supermarket di kota-kota besar di Indonesia. Kabarnya, minyak zaitun asal negeri Matador laku karena harganya terjangkau oleh kantong masyarakat Indonesia.

Namun jika masyarakat jeli, minyak zaitun asal Spanyol sebetulnya hanya sedikit lebih murah dibanding kepunyaan Australia. Untuk saat ini, minyak zaitun dari Spanyol dibanderol sekitar Rp40 ribu. Sedangkan minyak zaitun dari Australia diberi label harga sekitar Rp60 ribu.

“Minyak zaitun dari Australia memang terlihat mahal. Namun dengan harga sebesar itu, konsumen mendapatkan satu botol minyak zaitun dengan kadar keaslian mencapai 100 persen. Sedangkan minyak zaitun dari Spanyol biasanya sudah dicampur dengan bahan lain,” bertemu Paul Priordan, Direktur Eksekutif salah satu perkebunan minyak zaitun terbesar di Victoria Melbourne, Boundary Bend Estate Extra Virgin Oil.

Paul memberikan kesempatan kepada Metrotvnews.com untuk mencicipi minyak zaitun kepunyaan Boundary Bend Estate dan hasil produksi negeri matador. 


(Kiri dan tengah merupakan minyak zaitun hasil produksi Boundary Bend Estate Extra Virgin Oil. Sedangkan nomor 3 adalah minyak zaitun yang banyak beredar di pasaran)

Perbedaan sudah terlihat dari segi warna. Minyak zaitun Australia yang diklaim tanpa bahan campuran berwarna lebih gelap. Sedangkan minyak zaitun asal Spanyol yang kerap ditemui di pasar serta supermarket di Indonesia terlihat pucat seperti sudah dicampur air mineral.

(Baca juga: Jeruk Andalan Australia Jadi Primadona di Indonesia dan Tiongkok)

Rasa dan tekstur kedua minyak zaitun juga berbeda. Minyak zaitun dari Spanyol terasa cair di tenggorokan. Sedangkan minyak zaitun asal negeri Kanguru memiliki aroma apel dan terasa kental di lidah serta tenggorokan. 


(Paul Priordan (kiri) menjelaskan soal perbedaan kualitas minyak zaitun)

“Faktanya, minyak zaitun asal Spanyol menguasai pasar di dunia. Mereka bisa seperti itu karena menawarkan produk dengan harga yang lebih murah,” beber Paul.

“Kami tetap pada pendirian awal. Kualitas menjadi nomor satu bagi kami. Putusan ada di tangan konsumen,” tambah pemilik perkebunan yang terletak di Mildura, Australia tersebut.

Boundary Bend Estate rata-rata mampu hingga 100 ribu liter minyak zaitun. Menurut Paul, suhu serta kualitas tanah di Mildura memungkinan Boundary Bend Estate untuk menghasilkan minyak zaitun dengan kualitas di atas rata-rata.

“Suhu di Mildura biasanya ada di kisaran 5-10 derajat celcius ketika musim penanaman. Hal itu sangat mendukung pertumbuhan pohon kami. Selain itu, kami juga dibantu adanya Sungai Murray yang sangat membantu dalam hal pengairan untuk pohon zaitun,” ungkapnya.

Boundary Bend Estate mampu memproduksi 12 juta liter minyak zaitun per tahun. Sebagian dari hasil mereka diekspor ke Indonesia hingga Amerika Serikat.


(HIL)