Menikmati Suasana Malioboro dengan Bersepeda Ontel

Patricia Vicka    •    Senin, 29 Oct 2018 12:26 WIB
wisataDesemBerLibur
Menikmati Suasana Malioboro dengan Bersepeda Ontel
Walikota Yogyakarta dan jajarannya berkeliling Malioboro dengan sepeda Ontel, Sabtu, 27 Oktober 2018. (Foto: Dok. Medcom.id/Patricia Vicka)

Yogyakarta: Wisatawan kini bisa menikmati suasana Maliboro dengan sepeda ontel. Pemerintah Kota Yogyakarta berkerjasama dengan PT Trijaya Komunika baru saja meluncurkan aplikasi sepeda pintar "Jogjabike".

Dengan Jogjabike, pelancong bisa menyewa sepeda untuk berkeliling kawasan icon Yogyakarta ini. Berwisata ke Malioboro pun semakin nyaman dengan penyewaan sepeda menggunakan aplikasi Jogjabike yang amat mudah.

Pengunjung tinggal mengunduh aplikasi Jogjabike di Google Store. Kemudian mendatangi shelterpit sepeda terdekat. Lalu menscan kode di stang sepeda ke aplikasi di ponsel. Sepeda pun siap digunakan.


(Wisatawan kini bisa menikmati suasana Maliboro dengan sepeda ontel. Pemerintah Kota Yogyakarta berkerjasama dengan PT Trijaya Komunika baru saja meluncurkan aplikasi sepeda pintar "Jogjabike". Foto: Dok. Medcom.id/Patricia Vicka)

Salah satu penggagas aplikasi, Muhammad Aditya menjelaskan kehadiran aplikasi Jogjabike ini untuk memfasilitasi wisatawan menikmati Kota Jogja.

"Ini murni semuanya produk lokal Indonesia. Dari mulai sepedanya, perangkat smartlock, sampai aplikasi semuanya lokal," ujar Adit, sapaan akrabnya, disela launching Jogjabike, Sabtu 27 Oktober 2018.

Ditahap awal peluncuran, ada 20 sepeda yang dipinjamkan. Sepeda itu disebar di empat shelterpit yang sudah dibuat. "Empat shelterpit letaknya di Lokocafe Stasiun Tugu Yogyakarta, depan Mall Malioboro, depan Kantor Kepatihan dan depan Benteng Vredeberg," jelas dia.

(Baca juga: Pemerintah Rancang Wisata Malam di Pantai Selatan Yogyakarta)

Pengunjung dibebaskan biaya peminjaman sepeda hingga akhir tahun. Setiap orang diberi waktu lima jam per sekali pakai. "Selesai dipakai, sepeda harus dikembalikan ke shelter terdekat. Sepedanya bisa disewa 24 jam," jelasnya.

Komisaris PT Trijaya Komunika Jogjabike, Triyanto mengungkapkan, secara kualitas baik aplikasi maupun sepeda tidak kalah dengan impor yang banyak di kota lain. Dari sisi spesifikasi sepeda dibuat sesuai budaya khas Yogyakarta.


(Salah satu penggagas aplikasi, Muhammad Aditya menjelaskan kehadiran aplikasi Jogjabike ini untuk memfasilitasi wisatawan menikmati Kota Jogja. Foto: Dok. Medcom.id/Patricia Vicka)

"Untuk ontelan matic, tidak berat dan ringan. Pas dengan kontur Kota Jogja yang mayoritas jalanannya rata," katanya.

Sepeda pintar ini juga dilengkapi dengan alat GPS. Alat ini berfungsi sebagai pengaman yang bisa melacak keberadan sepeda. Jika waktu peminjaman hampir berakhir, sepeda akan mengingatkan penyewa untuk segera mengembalikannya.

Walikota Yogyakarta, haryadi Suyuti menyambut positif peluncuran aplikasi Jogjabike. Kehadiran aplikasi ini semakin memperkuat Kota Yogyakarta sebagai kota wisata dan kota pintar.

"Aplikasi ini menjadi salah satu alternatif merasakan sensasi berlibur di Yogyakarta. Kami memang mau mempromosikan Yogyakarta sebagai kota ramah sepeda," kata Haryadi.

Ke depannya Pemkot berencana menambah jumlah sepeda secara bertahap menjadi 1.000 buah. Namun penambahan ini dilakukan jika tren permintaan akan penyewaan sepeda  meningkat.




(TIN)