5 Hal yang Harus Diperhatikan ketika Menyewa Kimono di Jepang

Gervin Nathaniel Purba    •    Sabtu, 20 Jan 2018 19:28 WIB
tips wisata
5 Hal yang Harus Diperhatikan ketika Menyewa Kimono di Jepang
Kimono Jepang (Foto: dok. pribadi)

Tokyo: Berbicara soal Jepang tidak hanya berkaitan dengan kecanggihan teknologi dan anime. Di samping itu, Jepang juga sangat identik dengan kekayaan budayanya.

Salah satu kebudayaan Jepang yang sangat terkenal adalah kimono. Hampir setiap orang di berbagai penjuru dunia mengenal pakaian adat dari Negeri Sakura tersebut.

Oleh sebab itu, jika sedang liburan ke Jepang sebaiknya sempatkan diri mengenakan pakaian tradisonal tersebut. Berfoto di depan kuil atau di jalanan di Jepang sembari menggunakan kimono akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Tempat penyewaan kimono tersebar cukup banyak di Jepang. Namun banyak wisatawan yang mencarinya di Asakusa dan Kyoto. Hal ini disebabkan di Asakusa ada Kuil Sensoji, sedangkan di Kyoto ada Kuil Fushimi Inari Taisha yang kerap dijadikan lokasi foto oleh para turis dari berbagai dunia.

Mereka juga tampak berlomba-lomba memamerkan foto terbaik sembari menggunakan kimono. Selain turis, orang Jepang sendiri juga ikutan menyewa kimono untuk berfoto-foto di depan kuil. Selain di Asakusa dan Kyoto, tempat penyewaan kimono juga bisa ditemukan di Shibuya, Ginza, dan Yokohama.

Untuk menyewa kimono, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti hal berikut ini:

1. Survei Harga Sewa

Anda perlu mengetahui harga sewa yang ditawarkan di setiap toko. Biasanya harga sewa kimono tergantung dari lokasi penyewaan, jenis kimononya, kualitas bahan, pemakaian di dalam atau di luar ruangan, aksesoris, foto studio, PPN, make up, hair style, dan jenis kimono. Kemudian mereka juga memasukkan biaya sewa pakaian dalam, pita, sandal, dan kaus kaki tabi.

Sebagai contoh, Medcom.id menyewa kimono di Asakusa Kimono Rental Shop Koto yang lokasinya tak jauh dari Stasiun Asakusa . Harga sewa dimulai dari 3.500 yen atau sekitar Rp423.500 (kurs 1 yen = Rp121). Kemudian ditambah baju dalam sekitar 300 yen, kaos sekitar 100 yen dan sandal 150 yen.

Total keseluruhan pakaian laki-laki beserta aksesoris kurang lebih sebesar 4.000-an yen atau sekitar Rp484 ribu. Sedangkan untuk perempuan seorangnya totalnya kurang lebih bisa sekitar 5.000 sampai 7.000 yen karena termasuk make up dan hair style-nya.

Kimono Jepang (Foto: Medcom/Gervin)

2. Durasi Penyewaan

Pada umumnya toko dibuka sejak pukul 09.30 pagi sampai pukul 18.00. Bahkan ada juga yang tutup pada pukul 20.00. Jika Anda ingin menggunakan kimono untuk jalan-jalan keluar, beberapa toko memiliki kebijakan untuk mengembalikannya paling lambat satu jam sebelum toko tutup. Jika terlambat biasanya akan kena biaya tambahan. Untuk di tempat yang Medcom.id sewa, kebijakannya semua kimono harus dikembalikan pada pukul 17.00.

3. Pertimbangkan Cuaca dan Suhu Udara

Ada yang menganjurkan lebih baik menggunakan kimono saat pagi hari atau sore hari agar tidak kepanasan kala siang hari. Sebenarnya mungkin itu tergantung dari musim. Bagi yang tidak kuat dingin, sebaiknya hindari pemakaian sore hari ketika sedang musim dingin. Tangan menjadi bagian yang paling merasa kedinginan.


Kimono Jepang (Foto: Medcom/Gervin)

4. Perhatikan Aturan Reservasi

Perlu diperhatikan juga, ada beberapa tempat penyewaan yang harus memesan kimononya dahulu beberapa hari sebelumnya. Kebijakan ini untuk mengantisipasi antrean yang panjang. Di Asakusa Kimono Rental Shop Koto,  tidak mewajibkan harus memesan dahulu.


Kimono Jepang (Foto: Medcom/Gervin)

5. Tersedia Tempat Penitipan

Jika banyak barang bawaan, mereka biasanya bersedia untuk dititipkan barang. Jika sedang musim dingin Anda juga tidak perlu bingung menyimpan baju hangat Anda karena disiapkan gantungan khusus untuk para tamu. Setelan baju kimono juga menyediakan tas kecil yang bisa dimanfaatkan untuk menyimpan ponsel, dompet, powerbank, dan sebagainya.

 


(ELG)