Bergaya Vintage dengan Denim

   •    Minggu, 19 Mar 2017 11:08 WIB
gaya
Bergaya Vintage dengan Denim
(Foto: Wannabemag)

Metrotvnews.com, Jakarta: Celana berbahan denim atau jeans menjadi pilihan bergaya hampir semua orang, terutama untuk situasi yang santai. Karena bahannya yang tebal dan tidak mudah sobek, jeans cocok digunakan untuk beraktivitas.

Karena ketahanannya tersebut, tidak sedikit orang yang memakai jeans setiap hari.

Alasan orang-orang menyukai jeans beragam. Salah satunya Alex Abbad, aktor dan presenter, yang menyukai denim karena alasan personal.

"Pada 1991, saya masih tinggal di Ceko, Eropa Timur. Semua yang berbau Amerika sulit ditemukan di sana. Di daerah sana tidak ada toko Levi's. Waktu ada trip sekolah ke Eropa Barat, saya beli jeans di sana. Untuk bisa beli, saya harus menabung setengah tahun," kata Alex saat ditemui di peluncuran Levi's Orange Tab di Pondok Indah, Selasa (14/3).

Alex melihat jeans memiliki nilai tersendiri.

"Waktu saya balik ke Ceko, orang-orang melihat jeans sebagai perwakilan dari kebebasan. Di umur 14 tahun, saya baru tahu Levi's tidak hanya busana atau gaya hidup, tapi simbol kebebasan. Waktu ibu saya lihat, dia mengambil celana jeans-nya dari tahun 1960-an, dan saya pinjam, dan itu dua jeans Levi's pertama saya," kenangnya.

Jeans merupakan busana yang sudah lama ditemukan, tapi masih digunakan hingga sekarang.

Mulanya jeans ditemukan Jacob Davis dan Levi Strauss pada 1873. Kala itu jins populer di kalangan koboi dan pekerja kasar karena bahannya yang tebal dan kuat. Namun, kegemaran terhadap jins terus meluas.

Pada 1980-an, jeans mulai digandrungi semua orang, termasuk masyarakat umum, selebritas, hingga pejabat. Semua kalangan pun memakainya, dari anak-anak hingga dewasa.

Tren jeans pun beragam. Misalnya, tren jeans bell bottom dengan bagian bawah yang lebar pada 1960-an, jeans hitam dan ketat pada 1970-an, jeans penuh sobekan dan jeans bleaching pada 1980-an, overall pada 1990-an, serta jeans yang pas di badan pada 2000-an.

Tren busana ibarat roda yang terus bergulir dan bertemu di sisi yang sama.

Meskipun busana vintage populer di zamannya, kegemaran pada busana vintage bermunculan kembali di tahun ini.

Kebutuhan ini dilihat Adhita Idris, Country Marketing Head Levi Strauss Indonesia, untuk menghadirkan koleksi Levi's terbaru yang merespons tren vintage sekarang.

"Belakangan masyarakat mulai melirik lagi tren vintage," kata Adhita saat ditemui di acara yang sama.

Semangat era 1960-an

Bagi para pecinta produk berbahan denim, Levi's bisa dijadikan sebagai pilihan.

Untuk meramaikan koleksi musim semi 2017, Levi's menghadirkan kembali salah satu koleksi ikonis mereka, yaitu Orange Tab.

Koleksi yang lahir pada 1969 itu menyimbolkan gaya dan generasi muda saat berlangsungnya pemberontakan kultur di era tersebut.

Levi's melakukan desain ulang dari desain orisinal Orange Tab sehingga bisa cocok dengan kondisi sekarang.

"Bahannya stretch atau lentur dan atasannya lebih longgar sehingga enak untuk bergerak," ujar Adhita.

Sementara itu, beberapa contoh desain orisinal Orange Tab ialah label oranye, kancing tarik talon, bar tack tanpa tembaga, potongan yang sederhana, jahitan memiliki warna benang tunggal, kancing tembaga, dan kantong belakang yang panjang dan ramping.

Contoh koleksi Orange Tab ialah jaket Trucker dengan kancing tarik depan, Levi's Betty Shirt dengan sablon retro, atau Levi's Ringer Graphic Surf Tee dengan logo Levi's berwarna oranye di dada untuk wanita.

Untuk koleksi pria, ada Orange Tab 510 Skinny dan 505C.

Koleksi-koleksi itu dibanderol dengan harga Rp499 ribu hingga Rp999 ribu.

Menariknya, konsumen bisa memberikan sentuhan personal dengan menambahkan aksen sobekan, patch, atau bordir.

"Untuk pembelian Orange Tab dari 11 Februari hingga 26 Maret, personalisasi bisa dilakukan di Tailor Shop Levi's yang berlokasi di Pondok Indah Mall 1 pada 20-26 Maret. Pelayanan ini berlangsung maksimal selama 30 menit dan tidak dipungut biaya," jelas Adhita. (Media Indonesia/Nia Janiar)


(DEV)