Food and Beverage Trade Week 2016

Ekspor Hasil Pertanian dan Peternakan Corong Victoria Raup Rp86 Triliun dari Negara Tetangga

Hilman Haris    •    Rabu, 14 Sep 2016 19:08 WIB
kuliner
Ekspor Hasil Pertanian dan Peternakan Corong Victoria Raup Rp86 Triliun dari Negara Tetangga
Food and Beverage Trade Week di Melbourne, Australia, (MTVN - Hilman)

Metrotvnews.com, Melbourne: Indonesia tidak hanya Bali. Begitu kiranya penegasan perusahaan-perusahaan penyedia bahan makanan di Australia. Bagi mereka, Indonesia lebih besar dari itu. Dalam ruang lingkup ekonomi, Indonesia dianggap sebagai konsumen besar untuk produk-produk negeri Kanguru seperti daging saping, keju, susu, dan gandum.

Wajar jika anggapan itu muncul. Masyarakat di Tanah Air selama ini memang tak segan mengeluarkan kocek besar supaya bisa mengkonsumsi produk-produk dari luar negeri. Terutama dari Australia. 

Tren ini meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya karena kesejahteraan meningkat makin sehingga banyak masyarakat Indonesia yang masuk ke dalam kelas ekonomi menengah ke atas. 

Patut diketahui, pendapatan per kapita Indonesia melonjak tinggi hanya dalam kurun waktu tiga tahun. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita Indonesia hanya Rp35 juta pada 2012. Lalu, angka itu meningkat menjadi Rp45,18 juta pada 2015. 

"Populasi kelas menengah Indonesia sangat besar. Bisa jadi, angkanya mencapai dua kali lipat dari penduduk di Australia. Ini adalah potensi besar yang harus dikembangkan," ujar Bryan Balmer selaku Director Trade Food and Fibre State Government of Victoria ketika ditemui Metrotvnews.com, di Melbourne, Rabu 14 September.

Festival "Food and Beverage" yang diselenggarakan pada 14-17 September merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh Pemerintah Negara Bagian New South Wales, Victoria, Melbourne, Australia untuk memenuhi ambisi itu. 

Untuk tahun ini, mereka menawarkan 122 produk makanan hasil olahan petani serta peternak lokal yang siap dikonsumsi oleh masyarakat di Tanah Air. Sebanyak 90 persen di antaranya merupakan makanan halal.

"Untuk kali ini, ada 12 perusahaan asal Indonesia yang menjadi calon pembeli produk-produk makanan asal Victoria," ujar Bryan.

PENGERUK UANG BESAR

Festival "Food and Beverage" merupakan pameran makanan dan minuman yang digarap secara serius oleh Pemerintah Victoria. Mereka sadar, Sumber Daya Alam (SDA) Victoria bisa menghasilkan olahan makanan yang sangat dinikmati oleh banyak orang.

Namun, ketimbang hanya menjajakan kepada warga lokal, mereka mencoba memperkenalkan produk daging sapi, keju, susu, dan gandum kepada negara tetangga seperti Indonesia.

Respons yang didapat Pemerintah Victoria sangat mencengangkan. Melalui acara ini serta promosi-promosi di sektor lain, Victoria mampu mengekspor makanan dan minuman seberat 4,8 miliar ton dengan nilai mencapai 8,76 miliar Dollar Australia (sekitar Rp86,7 triliun) per tahun.
  "Data itu cukup mengagetkan. Pasalnya, wilayah Victoria hanya tiga persen dari luas wilayah Australia. Namun, 25 persen ekspor hasil makanan dan minuman Australia merupakan dari Victoria," beber Brett Stevens selaku Commissioner State Government of Victoria untuk Indonesia.

"Kami tidak menunggu dunia untuk tahu soal kualitas makanan dan minuman dari Victoria. Melalui Festival "Food and Beverage" yang sudah berlangsung empat kali ini, kami ingin memperkenalkan semua yang kami miliki kepada dunia," timpal Bryan.

"Semua ini adalah misi kami untuk mendukung pengusaha, petani, serta peternak lokal untuk membangun relasi yang kuat kepada calon pembeli. Jika terus berlangsung seperti ini, kami yakin industri makanan di Victoria makin besar serta lapangan pekerjaan akan terus bertambah," harap Bryan.

Usaha Pemerintah Victoria dalam memberdayakan hasil makanan dan minuman dari petani dan peternak lokal patut dicontoh oleh Pemerintah Indonesia. Kopi, kelapa sawit, serta rempah-rempah merupakan produksi makanan dan minuman andalan di Tanah Air. Alangkah baiknya andai petani dan peternak lokal diberi wadah khusus untuk menjajakan hasil produksi mereka ke calon pembeli di luar negeri. 


(HIL)