Festival Wonderful Indonesia, Ho Chi Minh City, Vietnam

Wisman Saigon Gandrungi Spa dan Kemewahan

M Studio    •    Sabtu, 24 Sep 2016 12:00 WIB
berita kemenpar
Wisman Saigon Gandrungi Spa dan Kemewahan
Spa (Foto:1zoom.me)

Metrotvnews.com, Ho Chi Minh: Tepat kiranya jika Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI ngebut promosi wisata mencanegara ke Vietnam. Sebab, Indonesia kaya destinasi wisata yang disukai orang-orang Vietnam. Orang Vietnam juga menggandrungi wisata yang sifatnya luxury (kemewahan) dan modern. Mereka menyukai aktivitas seperti shopping, spa, dan resort.

"Untuk semua itu Indonesia gudangnya. Karena itu Kemenpar terus menggeber promosi wisata ke Asia Tenggara di antaranya Vietnam," kata I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata.

Soal shopping, Indonesia tak kalah menarik dengan negara lain, seperti Singapura dan Kuala Lumpur. Mulai dari mal kelas bawah hingga atas tersedia. Dari kebutuhan baju, kuliner, hingga kerajinan-kerajinan unik tersedia. Masing-masing daerah pun memiliki keunikan yang berbeda-beda.

"Resort apa lagi. Pemandangan dan keindahannya tak terkalahkan dengan negara lain. Resort-resort mewah terbentang di alam ibu pertiwi dari Sabang sampai Merauke. Ada pemandangan laut, apalagi alam pengunungan sangat banyak," imbuhnya.

Indonesia juga gudangnya pijat memijat dan perawatan, dari yang tradisional hingga modern, dengan harga yang pasti lebih murah bagi turis-turis mancanegara. Spa merupakan kepanjangan dari Solus Per Aqua. Yang artinya perawatan (solus) dengan (per) air (aqua). Spa merupakan sebuah kota di Belgia yang memiliki sumber mata air tradisional yang dipercaya memiliki manfaat untuk kecantikan.

Singkatnya, spa merupakan terapi air untuk kebugaran dan keindahan tubuh. Sangat cocok untuk turis-turis Vietnam penghobi kemewahan. Rizki Handayani, Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar menambahkan, dalam rangka mengail wisman Vietnam itu, Kemenpar di bawah pilot Menpar Arief Yahya itu menggelar Festival Wonderful Indonesia di Ho Chi Minh City, 24-25 September 2016. Pameran dipusatkan di salah satu mall besar menengah atas SC Vivo Mall City, District 7 Tan Phong Ward.

Diperkirakan 24 ribu pengunjung tiap hari akan membanjiri mal menengah atas itu. Mal lima lantai seluas 26.000 m2 itu akan disulap menjadi Indonesia mini. Segudang Wonderful Indonesia akan dipamerkan selama dua hari. Ada pentas wayang, tari-tarian, body painting contest, membatik, musik Sasando, kuliner Betawi, hingga kopi ala Indonesia ada. "Kami akan guyur warga Vietnam dengan kindahan budaya kita selama festival dua hari. Kami yakin akan berdampak positif untuk kedatangan turis Vietnam ke Indonesia," kata Rizki.

Destinasi lain yang cocok untuk pasar Vietnam adalah Bali, Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Empat kota besar ini favorit wisman-wisman asal Saigon, sebutan Vietnam sebelum merdeka. Selain itu, saat ini Kemenpar juga sedang memperkenalkan destinasi Joglosemar (Jogjakarta, Solo dan Semarang). Dengan magnet nya yang sangat melegenda bagi turis manca, candi Borobudur.

Candi atau kuil Budha terbesar di dunia ini daya sedotnya belum tertandingi bagi turis. Tiap tahun umat Buddha datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri.

Eddy Susilo, Kepala Bidang Festival Pasar Asia Tenggara Kemenpar, yang mengawal persiapan Festival Wonderful Indonesia di Sc Vivo City Mall, Ho Chi Minh City, menjelaskan, sehari sebelum festival tanggal 24-25 September, segala persiapan sudah dilakukan. Baik vanue maupun content acara sudah sudah selangkah lagi on event. Termasuk melakukan koordinasi dengan Konjen RI di Ho Chi Minh untuk mengerahkan masyarakat setempat menghadiri festival. Konjen RI juga telah membantu banyak hal baik teknis maupun koordinasi kegiatan. Bahkan Konjen RI Jean Anes siap membuaka acara.

"Kami berterima kasih kepada KJRI telah banyak membantu suksesnya even-even kami di Vietnm," kata Eddy, saat kunjungan ke KJRI Ho Chi Minh City.


(ROS)