Menikmati Serabi Khas Solo di JFFF 2018

Raka Lestari    •    Rabu, 25 Apr 2018 12:31 WIB
jakarta fashion and food festival 2018
Menikmati Serabi Khas Solo di JFFF 2018
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat serabi ini selalu menggunakan bahan-bahan segar. Ciri khas serabi Notosuman ini adalah pembungkusnya yang menggunakan daun pisang. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Jakarta: Serabi adalah salah satu makanan khas Indonesia, dan salah satu kota yang terkenal dengan serabi adalah Kota Solo, Jawa Tengah. Serabi merupakan makanan asli Indonesia yang berbahan dasar beras ketan, santan, gula, garam, dan juga pandan.

Namun Anda tidak perlu jauh-jauh pergi ke Kota Solo untuk mencicipi serabi yang terkenal dari Solo tersebut.

Hanya dengan mengunjungi festival kuliner Kampoeng Tempoe Doeloe (KTD) dalam ajang Jakarta Fashion and Food Festival 2018 di kawasan La Piazza, Kelapa Gading, Anda bisa menemukan gerai Serabi Notosuman Khas Solo.


(Menurut Rina salah seorang penjaga gerai Serabi Notosuman, nama Notosuman sendiri dulunya merupakan nama jalan di mana serabi tersebut dijual. Hingga kemudian, di jalan Notosuman tersebut banyak yang menjual serabi. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Festival kuliner ini merupakan salah satu dari rangkaian acara JFFF 2018 yang digelar sejak 5 April 2018 lalu sampai 6 Mei 2018 mendatang.

Serabi Notosuman yang dijual sendiri memiliki dua varian rasa, yaitu original dan cokelat. "Ciri khasnya dulu cuma yang putih aja, lama kelamaan ditambah yang rasa cokelat dan sampai sekarang dua rasa itu yang kami jual," ujar Rina, salah seorang penjaga gerai Serabi Notosuman kepada Medcom.id, di kawasan La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat April 2018 lalu.

(Baca juga: Jangan Lewatkan Mencicipi Bakso Tulang Sumsum Ini di JFFF)

Menurut Rina, Notosuman sendiri dulunya merupakan nama jalan di mana serabi tersebut dijual. Hingga kemudian, di jalan Notosuman tersebut banyak yang menjual serabi.

Nama Serabi Notosuman Khas Solo - Nyonya Handayani sendiri merupakan yang pertama menjual serabi di kawasan jalan Notosuman tersebut. "Kita itu yang pertama menjual serabi, dulu nama jalannya Notosuman tapi sekarang sudah diganti jadi jalan Muh. Yamin."


(Ciri khas serabi Notosuman ini adalah pembungkusnya yang menggunakan daun pisang. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat serabi ini selalu menggunakan bahan-bahan segar. Sehingga serabi Notosuman ini tidak bisa bertahan lama karena tidak menggunakan pengawet juga.

Ciri khas serabi Notosuman ini adalah pembungkusnya yang menggunakan daun pisang. Menurut Rina, penggunaan daun pisang ini bertujuan agar serabi bisa bertahan lebih lama dan tidak mudah mengeluarkan uap ketika dibungkus.




(TIN)