Menjajal Otentiknya Masakan Michelin Star Chef dari Black Tap Craft Burger & Beer Restoran

Yatin Suleha    •    Kamis, 05 Jul 2018 14:56 WIB
kuliner
Menjajal Otentiknya Masakan Michelin Star Chef dari Black Tap Craft Burger & Beer Restoran
Pecinta burger, jangan lewatkan untuk menikmati ragam burger dengan daging wagyu di restoran Black Tap Craft Burger & Beer di Singapura. (Foto: Dok. Ogilvy Public Relations, Jakarta)

Jakarta: Apa yang Anda rasakan ketika menyantap burger? Roti berbalut dengan keju yang meleleh dengan daging sapi dan beberapa sayuran di dalamnya. Mungkin rasa berbeda dan sensasi yang berbeda bisa Anda rasakan di restoran Black Tap Craft Burger & Beer. Enak, gurih, mengenyangkan? Tak boleh berhenti sampai di situ saja.

Restoran besutan Joe Isidori asal New York, Amerika ini sempat mendapatkan award People Choice di Burger Bash tahun 2015. Sebelumnya Joe sempat menyabet sebuah penghormatan tertinggi dalam bidang kuliner yaitu Michelin Star. Dua ajang bergengsi bagi para chef atas kreasi dan kualitas masakan mereka. 

Bahkan Joe menyabet gelar Michelin Star jauh sebelum restoran Black Tap Craft Burger & Beer didirikan. Tepatnya ketika ia menjadi Executive Chef dari DJT, managing H2[eau] Café, banqueting, dan in-suite dining untuk lebih dari 1.200 kamar. Berbekal passion serta bakat yang tinggi dalam bidang kulineri lalu ia mendirikan Black Tap Craft Burger & Beer.


(Joe Isidori, chef sekaligus pendiri Black Tap Craft Burger & Beer. Foto: Dok. Alek Michaud)

Bakat Masak yang Turun Temurun

Jauh sebelum ia mantap berkarier menjadi seorang chef, ayahnya yang juga terjun di bidang kuliner selalu menghukum Joe yang jika bandel pasti ditaruh di dapur untuk memasak. Sadar akan kesukaannya, Joe malah senang jika ia terima hukuman. Ia menikmati berada di dapur. 

Saat usianya beranjak 17 tahun, Joe mengatakan bahwa ia mantap ingin menjadi seorang chef. "Saat itu ayah saya memberikan wejangan jika ingin menjadi seorang koki lupakan jalan-jalan, lupakan nongkrong akhir pekan. 'Kamu akan bekerja saat semua orang sedang menikmati akhir pekan,' kata ayah saya saat itu. Yah, saya tidak keberatan sama sekali dengan hal itu," ujar Joe dalam rilis yang diterima oleh Medcom.id.

Yang pasti bagi Joe seorang koki tak hanya cuma memasak kemudian selesai. "Tak cukup sampai di situ (hanya enak saja), Anda harus menjadi sesuatu yang menghidupkan masakan tersebut. Memasak bukan soal Anda (sebagai koki) tapi tentang mereka (yang memakan makanan)," tukas Joe.

"Sebuah gratifikasi ketika melihat orang menikmati masakan Anda, mendengar apa kata mereka soal masakan Anda, dan setiap harinya ratusan orang berjam-jam mengantre masakan Anda, semua jerih parah kerja keras Anda (untuk meciptakan, membuat) masakan terbayar," aku Joe.

(Baca juga: Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Gigi Dicabut)


(Salah satu burger di Black Tap Craft Burger & Beer, Chili Cheeseburger. Foto: Ogilvy Public Relations, Jakarta)

Black Tap Craft Burger & Beer di Singapura

Namun bagi penggemar burger, bir, serta milkshake yang paling sensasional buatan Joe tak perlu pergi jauh-jauh menempuh puluhan jam menuju Amerika untuk menikmatinya karena Joe mendirikan salah satunya di Singapura, tepatnya di Marina Bay Sands pada tahun ini. 

Menu di Singapura ini juga tetap akan menampilkan burger yang sangat ikonik yang banyak disukai para New Yorker, The Classic Luncheonette termasuk the All-American Burger dan the award-winning Greg Norman Burger. 

Nama burger The Greg Norman Burger diambil dari nama pegolf terkenal Greg Norman yang berisi daging wagyu yang dimasak rare dan topping dengan dressing buttermilk-dill buatan Joe, keju biru, arugula dan disajikan dengan kentang hangat serta roti burger yang empuk.

Burger ini bahkan menang 3 kali dalam penghargaan People's Choice Award di acara The New York City Wine & Food Festival's Burger Bash.

Bagi pecinta kesehatan Black Tap Craft Burger & Beer juga menyajikan jajaran burger dengan roti gluten-free  dan vegan burger. Termasuk side dish signature ayam yaitu The Crispy Chicken Sandwich dan Spicy Korean BBQ Wings.


(Milkshake Cookie Cotton Candy & Sweet N Salty. Foto: Ogilvy Public Relations, Jakarta)

Bagi keluarga yang berkunjung ke resto milik Joe, juga tak ketinggalan menyajikan milkshake yang disebut-sebut paling sensasional hingga para New Yorker menyebutkan sebagai "CrazyShake milkshakes".

Salah satu signature kreasinya ini juga diburu berjam-jam oleh penggemar minuman milkshake yang bagi penggemarnya disebut dengan rasa yang tak hanya datar tapi teksturnya banyak yang masih crunchy (garing). 

Membuat penikmatnya merasakan sensasi surprise karena berbeda dengan milkshake yang pada umumnya tersaji. Terdapat beberapa macam milkshake yang ada di Black Tap Craft Burger & Beer yaitu Cotton Candy, Sweet N'Salty, dan Cookie Shake, serta beberapa rasa klasik antara lain cokelat, vanila dan black cherry. 

"Kami punya penggemar yang cukup banyak di Asia, jadi saya sangat senang membawa Black Tap Craft Burger & Beer dan CrazyShakes ke Singapura." Black Tap Craft Burger & Beer juga ada di Manhattan, Dubai, Las Vegas, Singapura, Jenewa, Swiss, dan yang terbaru akan membuka di Disneyland Resort, California tahun ini juga. 





(TIN)