Keunikan Sejarah Kentang Goreng Belgia

Cecylia Rura    •    Senin, 20 Nov 2017 18:07 WIB
Keunikan Sejarah Kentang Goreng Belgia
Saking populernya kentang goreng Belgia, mereka memiliki ambassador yang menggunakan tokoh fiksi James Bint. (Foto: Metrotvnews.com/Cecylia Rura)

Jakarta: Belgia rupanya punya cerita soal kentang. Mereka enggan jika disamakan dengan french fries yang umum dijajakan di beberapa restoran cepat saji maupun penjaja snack ringan.

Sebelumnya diberitakan Metrotvnews.com, bukan karena nama kentang populer itu french fries maka berasal dari Perancis melainkan karena teknik memotong dan bentuknya yang dibuat kurus memanjang dan digoreng dengan cara direndam dalam minyak yang panas.

Dalam bahasa Perancis, fries diartikan sebagai menggoreng dengan teknik merendam. Sementara kata to french digunakan untuk memotong benda berbentuk panjang menyerupai korek api.

Sejarah panjang kentang goreng populer yang mendunia dengan sebutan french fries memang cukup pelik.

Bermula pada 1862 ketika tentara Inggris menyambangi Belgia saat perang dunia pertama. Mereka mengunjungi gerai kentang goreng bernama Max en Fritz di Kota Antwerp milik pengusaha Belgia bernama Fritz.


(Belgia rupanya punya cerita soal kentang. Mereka enggan jika disamakan dengan french fries yang umum dijajakan di beberapa restoran cepat saji maupun penjaja snack ringan. Foto: Metrotvnews.com/Cecylia Rura)

Setelah mencicipinya, tentara Inggris kemudian memberinya nama french untuk kentang tersebut lantaran tentara Belgia di zaman itu menggunakan bahasa Perancis. Hingga kini masyarakat Belgia menggunakan tiga bahasa, yakni Jerman, Perancis, dan Belanda.

Untuk benar-benar meyakinkan bahwa kentang berasal dari tanah Belgia, salah satu perwakilan dari exportir kentang beku asal Belgia, Wouter Trybou, Mydibel Representing Belgapom, mengungkapkan beberapa fakta menarik soal kentang yang terjadi 5-6 tahun belakangan.

"Pada 2010-2011 lalu banyak pelajar memberikan kentang secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes pemerintahan yang sempat tidak berjalan selama satu tahun, ini merupakan aksi protes agar pemerintah bekerja lebih baik lagi," katanya di kediaman Duta Besar Kerajaan Belgia, Senin, 20 November 2017.

Saat itu tidak ada presiden yang memerintah namun pemerintahan tetap berjalan.

(Baca juga: French Fries dari Perancis, Siapa Bilang?)

Kemudian pada 2014 Perdana Menteri Belgia Charles Michel sempat dilempar kentang oleh warga sipil namun ia tetap tenang dan justru tersenyum.

Dua tahun kemudian pada 2016 Kanselir Jerman Angela Merkel tertangkap kamera menyantap kentang di sela-sela konferensi yang membahas tentang Brexit di Belgia. Ketika itu ia merasa bosan dan membeli kentang goreng bersama dengan delegasi dari Jerman.


(Pada 22-25 November nanti Kentang Goreng Belgia akan ikut meramaikan Salon International de I'Almentation (SIAL) Interfood 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta. Kentang goreng Belgia akan menempati booth E 029Foto: Metrotvnews.com/Cecylia Rura)

Saking populernya kentang goreng Belgia, mereka memiliki ambassador yang menggunakan tokoh fiksi James Bint.

Nama James Bint terinspirasi dari tokoh James Bond. James diambil dari James Bond, sementara Bint diambil dari nama jenis kentang unggulan yang digunakan, Bintje. Mereka juga mengusung tagline yang nyaris mirip kepunyaan James Bond yakni license to kill sementara James Bint mengusung license to fry.

Hingga kini sudah ada lebih dari 5.000 fritkot, sebutan gerai yang khusus menjajakan produk kentang goreng Belgia di seluruh wilayah Belgia.

Pada 22-25 November nanti Kentang Goreng Belgia akan ikut meramaikan Salon International de I'Almentation (SIAL) Interfood 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta. Kentang goreng Belgia akan menempati booth E 029.









(TIN)