Landevennec, Pantai Terlarang di Prancis

Sunnaholomi Halakrispen    •    Minggu, 03 Feb 2019 18:23 WIB
wisata pantai
Landevennec, Pantai Terlarang di Prancis
Lumba-lumba di Landevennec kerap bergairah dan terangsang secara seksual jika ada perenang yang mendekati mereka. (Foto: CNN Travel)

Jakarta: Pantai merupakan destinasi favorit bagi para penikmat keindahan alam. Tapi apa jadinya jika ada pantai yang dilarang untuk berenang.

Anehnya, larangan itu karena kehadiran lumba-lumba. Hewan mamalia yang memiliki sikap lembut dan menggemaskan ini malah menghadirkan teror bagi pengunjung yang berenang di sana.

Ya, lumba-lumba di Pantai Landévennec, Finistère, wilayah barat laut Prancis ternyata memiliki sikap tak bersahabat. Mereka kerap bergairah dan terangsang secara seksual jika ada perenang yang mendekati mereka.

Samy Hassani, selaku Direktur konservasi spesies di Oceanopolis, taman penemuan laut lokal di Finistere, mencoba menjelaskan. Ia bahkan telah menghubungkan perilaku lumba-lumba dengan fakta bahwa mamalia biasanya bepergian.

"Jika dia (lumba-lumba) menjadi kesepian (atau sedang bergairah), dia akan mencari kontak, bergesekan dengan kapal atau orang," kata Hassani kepada Ouest France.

Alhasil, tak boleh ada pengunjung yang berenang ke Landévennec. Larangan tersebut diterapkan oleh walikota setempat, Roger Lars.

Perenang lokal dilarang mendekati lumba-lumba, atau paling tidak berjarak 40 meter. Bukan hanya itu, larangan juga berlaku bagi para perenang profesional atau perenang paling berpengalaman.

Baca juga: Cara Ajari Anak tentang Bahaya Berbicara dengan Orang Asing

Mungkin Anda sempat terheran dengan peraturan tersebut karena lumba-lumba terkenal dengan sikapnya yang lembut kepada manusia. Akan tetapi, hewan mamalia itu juga bisa berperilaku agresif ketika sedang mencari jodoh.

Singkatnya, larangan dibuat demi melindungi masyarakat. Pasalnya, beberapa kali terjadi perenang yang ketakutan.

Sebelumnya banyak pihak yang berpikir bahwa larangan seperti itu tidak diperlukan. Pengacara setempat, Erwan le Cornec, mengatakan bahwa peraturan tersebut dianggap berlebihan. Le Cornec telah berjanji untuk berkampanye melawan peraturan tersebut.

Wajah Baru Kota Lama Semarang



(FIR)