Tempoeran Tubing Adventure

Ini Objek Wisata di Lumajang yang Bikin Segar

Fitra Iskandar    •    Selasa, 16 May 2017 11:44 WIB
wisata jawa timur
Ini Objek Wisata di Lumajang yang Bikin Segar
Para pemain siap di titik awal permainan Tempoeran Tubing Adventure. Foto-Foto: Dok Sendy Aditya

 Metrotvnews.com, Lumajang:  Meluncur, kemudian melintir, dan membentur batu besar, bisa membuat Anda mendadak amnesia dengan kejenuhan rutinitas. Apalagi kalau ada kawan yang jatuh ke air, Anda bisa jadi terpingkal-pingkal geli karena melihat ekspresi lucu teman yang jadi korban itu.

Keseruan begitu saya dapati ketika bermain di Tempoeran Tubing di Kali Betoto Kabupaten Lumajang. Dengan ban truk,  kami menyusuri lintasan sejauh  empat kilo meter, dalam waktu tempuh dua jam.  Yang penting,  kita tinggal duduk di atas ban  dan menikmati sensasi melintasi jeram-jeram kali.  Ada kalanya harus berpegangan kuat dengan ban saat melintas jeram yang liar, ada kalanya pemain tinggal bersantai mengikuti arus yang jinak.


Untuk mencapai titik awal, pemain berjalan melewati kebun-kebun sekitar 20 menit berjalan kaki.

Ban dalam truk, ‘kendaraan’ untuk bermain tubing river, dilengkapi dengan lembaran karet di tengahnya. Tebalnya sekitar dua kali lipat tebal kardus mi instan. Pemain tinggal duduk di bagian tengah ban. Saat meluncur, ban bergerak mengikuti arus, dan tidak jarang harus melibas atau menubruk batu-batu kali, yang menyembul di permukaan air. 
 

Destinasi Asyik Lainnya di Lumajang: Tumpak Sewu Si Cantik yang Cukup Liar


Batu-batunya seperti genit-genit.  Tidak jarang 'menyenggol-nyenggol' bokong pemain.  Kadang membuat sedikit pegal, tapi untung, tarafnya  tidak sampai mengganggu keseruan bermain-main dengan arus di Kali Betoto ini.


Seperti keluar dari pitstop menuju lintasan balap: Para pemain berkumpul di sebuah cabang aliran air di pinggir Kali Betoto sebelum meluncur di lintasan.

Secara umum,  tidak ada yang perlu dikhawatirkan ketika bermain di Tempoeran Tubing. Ada beberapa titik jeram yang lumayan membuat ban sulit dikendalikan, tetapi  pengelola wisata Tempoeran Tubing Adventure siap mengawal keselamatan dan kenyamanan para pemain.

Mereka dengan sigap menjaga titik- titik jeram yang lumayan liar. Ada sekitar lima titik jeram yang dijaga  tiga-empat pemandu. Setelah para peserta melalui titik tersebut, pemandu berenang lagi, dengan ban, mendahului para pemain untuk kembali menjaga jeram berikutnya yang rawan, atau bisa membuat ban pemain terbalik.


Tersangkut dan 'dicolek-colek' batu kali itu biasa.

Sebenarnya terbalik pun tidak terlalu masalah. Namun, agar lebih nyaman, pemandu berjaga-jaga. Selain untuk membantu pemain yang mungkin jatuh, mereka juga menjaga ban supaya tidak hilang karena hanyut.



Biar tambah seru bisa main adu balap, saling serempet dengan pemain lain. Kesempatan overtaking, melewati pemain lain bukan di tikungan, karena memang tidak ada, tetapi di titik-titik jeram. Yang penting tetap hati-hati.

Di tengah perjalanan, yang menjadi titik istirahat, pengelola Tempoeran Tubing biasanya menyajikan susu jahe hangat. Setelah itu, pemain kembali mengarungi kali hingga pos terakhir di Desa Sari Kemuning. Setelah itu, pemain akan dibawa  dengan kendaraan bak terbuka menuju pos utama pengelola yang letaknya di pinggir jalan raya Dusun Tempoeran.  


Tercebur dan tetap menyenangkan. Setidaknya menyenangkan buat teman yang lain.
 

Merasakan Sensasi Negeri di Atas Awan ala Lumajang


Untuk wahana yang hanya membutuhkan biaya Rp48 ribu per orang, wisata Tempoeran Tubing, sangat sayang Anda lewatkan bila Anda sedang berada di Lumajang.  Bermain dengan arus dan air kali yang  sejuk di pedesaan tentu akan jadi pengalaman liburan yang menyegarkan.


Menjaga keselamatan. Tenang ada pemandu yang siap menolong. Rekan satu tim tinggal memotret sebagai barang bukti.

Tipsnya, bila ingin mengabadikan keseruan bermain tubing river,  Anda perlu melengkapi diri dengan peralatan kamera yang anti-air. Jangan harap Anda bisa berfoto-foto ria dengan HP standar sambil bermain, karena sudah pasti akan terkena air atau bahkan terjatuh ke kali.  Untuk pakaian, tidak ada yang khusus, namun, pemain sebaiknya menggunakan sandal gunung agar alas kaki tidak terlepas karena arus air.




(FIT)