Dari Apek, Kini Pempek Makanan Khas Palembang

Alwi Alim    •    Minggu, 21 May 2017 13:42 WIB
Dari Apek, Kini Pempek Makanan Khas Palembang
(Foto: Alwi Alim)

Metrotvnews.com, Palembang: Sudah banyak orang tahu bahwa pempek merupakan makanan khas Palembang, Sumatera Selatan. Namun, hanya segelintir yang mengetahui kisah menarik di balik terciptanya makanan yang terbuat dari ikan itu.

Metrotvnews.com berkesempatan berbincang dengan Anton, salah satu pemilik toko Pempek di Kota Palembang. Kata dia, dahulu ikan belido yang banyak ditemui di kota Palembang belum banyak dimanfaatkan karena memiliki banyak tulang. Kemudian, ada satu warga yang berinisiatif membuat kreasi panganan dengan bahan baku ikan tersebut.

Proses pembuatan makanan berbahan ikan belido ini sulit karena harus benar-benar menyatukan antara tulang ikan dengan dagingnya. Setelah jadi, makanan tersebut diedarkan oleh cina pribumi yang dipanggil apek atau paman.

“Nah,  jadi pembeli selalu memanggil apek, apek jika ingin membeli makanan tersebut. Maka jadilah sekarang makanan tersebut dinamai Pempek yang sangat khas di Kota Palembang,” kata pemilik toko Pempek Lince ini saat ditemui di tokonya, Sabtu, 20 Mei 2017.

Seiring waktu berjalan, kini Pempek lebih dikreasikan menjadi beberapa jenis yakni pempek keriting, pempek adaan, pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek telor, pempek kulit crispy dan beberapa jenis lainnya.

“Penamaan jenis ini sesuai dengan bentuk masing-masing, contohnya seperti pempek kapal selam, dinamakan demikian karena berbentuk seperti kapal selam ketika dimasak tenggelam dan kemudian akan mengapung ketika sudah masak,” terangnya Anton yang memulai usahanya sejak tahun 2010.

Menurutnya, pempek ini memang makanan khas kota Palembang mengingat hanya di Palembang ada sungai di tengah kota yakni Sungai Musi.

Anton mengaku pempek ini sangat dikenal hampir di seluruh Indonesia. Hal ini terlihat dari pengiriman yang dilakukan toko nya yang meliputi hampir seluruh Indonesia, seperti Jawa, Makasar, Kalimantan dan lain sebagainya.

Pempek juga sangat disukai semua kalangan karena citarasa yang langka. Bahkan, salah satu pelanggannya bilang makanan khas kota Palembang satu ini sangat berbeda dengan kota-kota lain. Lantaran, pempek bisa dimakan langsung ditempat dan bisa juga dibawa sebagai oleh-oleh. Sedangkan, kota lain itu tidak ada.

“Misal Bika Ambon, itu hanya bisa dibawa pulang, tidak bisa dimakan ditempat. Kemudian, ketoprak itu hanya dimakan ditempat tidak bisa digunakan untuk oleh-oleh,” katanya.

Pembuatan Pempek ini juga berbeda-beda ada yang menggunakan ikan belido, ikan gabus dan trenggili. Namun, menurutnya yang paling disukai yakni ikan trenggili mengingat harganya yang cukup terjangkau, berbeda dengan ikan belido, dan ikan gabus.

“Kalau ikan belido itu susah dicari dan langka, begitu juga untuk ikan gabus meski mudah dicari tapi harga bahannya pun sedikit lebih mahal dibandingkan ikan trenggili,” katanya.

Penggunakan ikan untuk pembuatan pempek itu disesuaikan jumlah pempek yang akan dibuat, misal jika ingin memproduksi sekitar 50 pempek maka dibutuhkan daging ikan sekitar 1 kilogram. Kemudian dicampur bahan seperti sagu dan telor.

“Kemudian bahan ini dicampur dengan menggunakan air lalu direbus,” ujarnya.

Citarasa pempek ini juga dilengkapi oleh cuka dimana cuka tersebut dibuat dari gula merah batok, cabai dan beberapa bahan lainnya. “Cuka ini tergantung dari penikmatnya apakah senang yang pedas atau tidak,” ujarnya.

Suami Lince ini juga menambahkan, pempek juga sudah dikenal di luar negeri. Namun, memang untuk pengiriman ke luar negeri dinilai masih sulit sehingga beberapa toko pempek pun belum berani mengirim ke luar negeri.

“Biaya pengirimannya itu lebih mahal dibandingkan biaya pembuatan jadi kami tidak mau mengirim ke luar negeri,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan pempek memang makanan khas Kota Palembang telah sejak lama. Bahkan, pihaknya telah mempatenkan pempek milik Kota Palembang pada tahun 2015 lalu.

"Tidak ada alasan bagi daerah lain untuk mengakui bahwa pempek tersebut bukan dari Palembang," katanya di Palembang.

Ada 12 jenis pempek yang sudah dipatenkan yakni Pempek Adaan/ Cetotan, Pempek Lenjer, Pempek Kulit, Pempek Telor Besar, Pempek Kapal Selam, Pempek Tunu, Pempek Otak-Otak, Pempek Kering, Pempek Kelesan Kerupuk, Pempek Godo-Godo, Pempek Pistel dan Pempek Tahu.

"Jadi Pempek memang makanan khas milik Kota Palembang," pungkasnya.

MUSIKUS Maia Estianty, 41, memandang isu agama yang diembuskan dalam ranah politik membuat suasana jadi tidak enak, termasuk yang terjadi dalam pilkada DKI Jakarta. Tidak mengherankan bila pemilihan gubernur Ibu Kota itu membuat suasana sosial tidak kondusif, termasuk di jejaring sosial.

“Kalau melihat jejaring sosial, belakangan ini jadi tidak enak. Banyak debat dan orang sok pintar,” ucapnya saat ditemui di sela Konser Kebangkitan Nasional yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI di Waduk Pluit, Jakarta Utara, kemarin.

Meskipun tidak mau masuk ranah politik, Maia memandang perlu menyuarakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, ibu tiga putra tersebut tetap menggunakan jejaring sosial untuk menyuarakan hal-hal positif. Ia mengingatkan persatuan Indonesia harus berada di atas segalanya dan seluruh penduduk Indonesia ialah saudara.

Dalam kesempatan itu, Maia tampil mem­bawakan dua lagu, salah satunya Nyiur Hijau.

- See more at: http://mediaindonesia.com/news/read/105658/maia-estianty-pakai-medsos-untuk-hal-positif/2017-05-21#sthash.YMRMAQj7.dpuf

(DEV)