Dubes Belgia: Kentang Sempat Jadi Alat Tukar Emas

Cecylia Rura    •    Senin, 20 Nov 2017 14:53 WIB
Dubes Belgia: Kentang Sempat Jadi Alat Tukar Emas
Diungkapkan oleh Duta Besar Kerajaan Belgia H. E. Patrick, pada abad ke-19 kentang menjadi alat pembayaran atau barter dengan emas. Sehingga pertanian kentang di Eropa kian menjamur. (Foto: Metrotvnews.com/Cecylia Rura)

Jakarta: Belgian fries atau populer dengan sebutan frites telah menjadi bagian dari kultur kuliner dan memengaruhi interaksi sosial, serta pertumbuhan bisnis dan pertanian di Belgia.

Diungkapkan oleh Duta Besar Kerajaan Belgia H. E. Patrick, pada abad ke-19 kentang menjadi alat pembayaran atau barter dengan emas. Sehingga pertanian kentang di Eropa kian menjamur.

"Pada waktu yang sama kentang juga menjadi komoditi utama saat terjadi perang di wilayah Irlandia. Kentang kemudian menjadi penyelamat warga Irlandia yang dilanda wabah kelaparan dahsyat," kata Dubes Belgia Patrick di kediamannya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 20 November 2017.


(Diungkapkan oleh Duta Besar Kerajaan Belgia H. E. Patrick, pada abad ke-19 kentang menjadi alat pembayaran atau barter dengan emas. Foto: Metrotvnews.com/Cecylia Rura)

(Baca juga: Tips Memasak Kentang Goreng yang Renyah)

Namun kemudian banyak warga Irlandia yang juga mengungsi ke wilayah Amerika dan membawa kentang tersebut. Maka tidak heran jika kentang kini begitu populer di beberapa restoran cepat saji di Negeri Paman Sam.

Melihat hal ini United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) kini tengah gencar melakukan promosi agar kuliner khas Belgia tersebut dapat diangkat menjadi warisan dunia.

Akhir November nanti pada 22-25 November 2017 Belgia berpartisipasi dalam pameran internasional SIAL Interfood yang diadakan di JI Expo Kemayoran dengan mengusung tema Kentang Goreng Belgia. "Nanti kami akan ada di stand E 029, jangan lupa mampir ya," ajak Patrick.







(TIN)