Gorengan Ala Negeri Sakura yang Sehat dan Menggoyang Lidah

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 08 May 2018 09:55 WIB
kuliner asia
Gorengan Ala Negeri Sakura yang Sehat dan Menggoyang Lidah
Berbagai gorengan khas dari Jepang (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Gorengan merupakan makanan yang gampang ditemui di Indonesia. Bakwan sayur, tahu goreng, lumpia, risol dan sejenisnya tentu enak dimakan sebagai camilan pengganjal lapar.
 
Tak hanya Indonesia, Jepang juga punya 'gorengan' yang juga enak dan merakyat. Karena merakyat ini, di ulang tahun ke-60 hubungan Jepang-Indonesia, Kedutaan Besar Jepang di Jakarta memperkenalkan gorengan ala Negeri Sakura.
 
Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii mengatakan ada beberapa jenis gorengan ala Jepang.
 
"Ada Su-age, Kara-age, Kawari-age, Koromo-age dan lainya," ucap Masafumi di kediamannya, Senopati, Jakarta Selatan, Senin 7 Mei 2018.
 
Dia mengatakan memilih gorengan untuk diperkenalkan karena pasti cocok dengan lidah orang Indonesia.


Dubes Jepang untuk Indonesia Masafumi Iishi (Foto: Marcheilla Ariesta).
 
Usai membuka acara, Dubes Ishii menyerahkan panggung kepada koki kedutaan, Chef Hiro Ikuo. Kepada awak media, Chef Ikuo mendemokan cara pembuatan beberapa gorengan khas Jepang tersebut.
 
Beberapa makanan yang dibuat antara lain Ebi Mino-age, Ebi Minjiko-age, Asparagus Hokaki-age, Sasami Gekkan Kakari-age, Ika Wafuu Hakari-age, Khusi-age dan Torino Bareisho Maki-age.
 
Chef Hiro mengatakan gorengan masuk ke Jepang sekitar 300 hingga 400 tahun lalu, dibawa oleh bangsa Portugis dan Belanda. Sementara untuk cara memasak deep fried, diajarkan oleh bangsa Spanyol.
 
"Cara memasak menggunakan minyak diajarkan oleh bangsa Spanyol dan Portugis di negara kami," katanya.
 
Dia menambahkan beberapa jenis gorengan yang disampaikan Dubes Ishii memiliki tepung berbeda.
 
"Seperti Su- age yang berarti menggoreng langsung, Kara-age yaitu menggoreng dengan bumbu dan sedikit tepung, Kawari-age memakai tepung dari cornflakes atau crackers, sedangkan Koromo-age yaitu menggoreng dengan balutan adonan, terbuat dari tepung, air, telur," tukasnya.
 

Proses masak gorengan khas dari Jepang (Foto: Marcheilla Ariesta).

Chef Hiro sendiri menggunakan minyak kedelai untuk menggoreng. Menurut dia, minyak nabati tersebut sangat baik untuk kesehatan karena teksturnya ringan.
 
Dia menambahkan untuk mendapat cita rasa sempurna, suhu minyak harus tetap dijaga. Untuk gorengan Jepang sendiri, biasanya suhu harus tetap stabil pada 160 hingga 170 derajat celcius.
 
Di Jepang, gorengan disebut dengan tempura. Biasanya disajikan dengan hangat-hangat usai digoreng agar tetap renyah dan rasanya terjaga.


(FJR)