Ngopi Sepuasnya, Bayar Seikhlasnya di Kedai Mari Ngopi

Patricia Vicka    •    Kamis, 06 Dec 2018 06:32 WIB
kopi
Ngopi Sepuasnya, Bayar Seikhlasnya di Kedai Mari Ngopi
Kedai ngopi unik, ngopi sepuasnya bayar seikhlasnya di kedai Mari_Ngopi di Yogyakarta. (Foto: Dok. Medcom.id/Patricia Vicka)

Yogyakarta: Ngopi di kedai kopi sudah menjadi budaya bagi warga Yogyakarta. Tak heran beragam kedai dan cafe kopi bermunculan di kota pelajar ini.

Dari sekian banyak kedai Kopi, ada satu kedai unik yang menarik untuk dikunjungi. Kedai ini bernama Mari_Ngopi.

Dari luar, tampilan kedai yang terletak tak jauh dari alun-alun selatan Keraton Yogyakarta ini nampak sederhana. Kedai ini menempati halaman rumah salah satu warga di Jalan Ngadisuryan No.12, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Bangunanya sebagian terbuat dari kayu dan dibiarkan terbuka. Meja dan kursi kedaipun tak berbeda dengan kedai kopi lainnya. Namun pengunjung bisa menikmati kopi sepuasnya dengan membayar seiklasnya. 

Pemilik Kedai tak mematok tarif untuk kopi single origin khas Indonesia. Pengunjung tinggal memasukkan uang bayaran ke sebuah kotak bertuliskan "Hnaya kamu dan Tuhan yang Tahu".

(Baca juga: Aroma Kopi Nusantara)


(Ngopi di kedai kopi sudah menjadi budaya bagi warga Yogyakarta. Tak heran beragam kedai dan cafe kopi bermunculan di kota pelajar ini. Dari sekian banyak kedai Kopi, ada satu kedai unik yang menarik untuk dikunjungi. Kedai ini bernama Mari_Ngopi. Foto: Dok. Medcom.id/Patricia Vicka)

Filosofi bayar seikhlasnya

Pemilik Kedai, Akrom Setiawan mengatakan ia sengaja membiarkan pengunjung membayar suka suka karena ingin memperkenalkan cita rasa kopi asli Indonesia. Aroma dan rasa kopi Indonesia tak kalah nikmat dibandingkan luar negri.

"Saya mau semua orang bisa mencicipi kopi yang beraroma nikmat dengan harga terjangkau," ujar Akrom pada Medcom.id di Kedai Mari_Ngopi Rabu 5 Desmeber 2018. 

Pria yang sebelumnya berpengalaman menjadi barista ini mulai membuka kedai Mari_Ngopi pada 2014. Awal buka kedai, pengunjung belum ramai. Namun berkat keuletan dan keramahannya, Kedai Mari_Ngopi mulai ramai digandrungi sejak 2016. 

Pengunjung yang datangpun beragam, mulai dari mahasiswa, karyawan, pengusaha, seniman, budayawan hingga wisatawan asing dan dalam negeri. 

Bukan teknik yang sembarangan
Untuk menjaga cita rasa kopi, Akrom mendatangkan langsung biji kopi dari daerah penghasil. Proses pengolahan kopi mulai dari biji, menggoreng, menggiling hingga siap diminum dilakoninya sendiri dibantu lima barista. Tak main-main, Akrom menggunakan mesin khusus pembuat kopi demi mengeluarkan aroma terbaik kopi.

Biji kopi yang dipakaipun berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari kopi Merapi, Suroloyo di Yogyakarta, Sumber Waringin di Malang Jawa Timur, hingga Kopi Kerinci di Jambi dan Kopi Kintamani di Bali. 

Agar pengunjung tidak bosan, Akrom sengaja mengganti jenis kopi secara berkala. 

"Misalnya minggu ini saya pakai Kopi Kali Angkring dari Kabupaten Magelang, dan Katu Aro dari Jambi. Tapi minggu lalu dan besok-besoknya saya pakai kopi dari wilayah lain. Biar semua bisa mencicipi kopi dari seluruh Indonesia," tukas pria satu anak ini.

Tak hanya single origin, Kedai mari_Ngopi turut menyajikan beragam olahan kopi seperti Cappuccino, cafe latte, Moccacino dan affogato. 


(Dari luar, tampilan kedai yang terletak tak jauh dari alun-alun selatan Keraton Yogyakarta ini nampak sederhana. Kedai ini menempati halaman rumah salah satu warga di Jalan Ngadisuryan No.12, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: Dok. Medcom.id/Patricia Vicka)

Tidak rugi

Walau tak mematok harga kopi, Akrom mengakui tak pernah merugi. Bahkan ia kerap mendapatkan bayaran lebih dari pengunjung yang puas dengan cita rasa kopi Kedai Mari_Ngopi. 

"Pernah ada 2 bule nyobin 2 cangkir kopi single origin di sini. Mereka kaget pas saya bilang bayar seikhlasnya. Langsung dibayar Rp250 ribu," katanya sambil tersenyum.

Karena keunikan dan cita rasa kopinya yang nikmat, Kedai Mari_Ngopi tak pernah sepi pengunjung. Bahkan kedai ini kerap menjadi tempat "Nongkrong" rutin kawua muda Yogyakarta.

Salah seorang pengunjung yang berasal dari Belanda Sven Nicholson merasa nyaman ngopi di Kedai Mari_Ngopi. Pria yang tinggal sementara di Jalan Magelang Sleman ini hampir setiap hari datang ke Kedai Mari_Ngopi. 

"Buat saya ini Kafe terbaik di Yogyakarta. Suasananya cozy. Rasa kopinya enak, beda sama kopi di Belanda. Harganya sangat murah," ujar Sven menggunakan bahasa Indonesia campur Inggris.

Sven mengaku paling suka memesan segelas cappuccino dicampur sebuah sandwitch isi telur.


(Bangunan kedai Mari_Ngopi sebagian terbuat dari kayu dan dibiarkan terbuka. Meja dan kursi kedaipun tak berbeda dengan kedai kopi lainnya. Namun pengunjung bisa menikmati kopi sepuasnya dengan membayar seiklasnya. Foto: Dok. Medcom.id/Patricia Vicka)

Beragam menu lainnya

Minuman selain kopi juga disediakan di sini seperti cokelat, teh, juice, milk shake, dan squash. Akrom mematok tarif yang sangat terjangku untuk minuman yakni berkisar Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per gelas. 

Kedai Mari_Ngopi turut menyediakan makanan seperti mie goreng, rebus, pisang goreng, roti bakar, sandwitch dan pancake. Harga semua makanan berkisar Rp5 ribu sampai Rp15 ribu. 

Kedai Mari_Ngopi buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 01.00 dini hari. Dari Kawasan Malioboro, Kedai Mari_Ngopi ditempuh selama 10 hingga 15 menit dengan mobil atau motor. 





(TIN)