Bayu Djatmiko, Orang Maluku Pertama Mendaki 7 Puncak Tertinggi Indonesia

Elang Riki Yanuar    •    Kamis, 27 Jul 2017 16:21 WIB
wisata gunung
Bayu Djatmiko, Orang Maluku Pertama Mendaki 7 Puncak Tertinggi Indonesia
Bayu Djatmiko (Foto: dok. pribadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Akhir pekan kemarin mungkin hari tak terlupakan bagi Bayu Djatmiko. Pijakan terakhirnya di kaki gunung Bukit Raya atau Gunung Raya membuatnya mengukir sejarah sebagai orang Maluku pertama yang menaklukkan tujuh gunung tertinggi di Indonesia  atau dikenal dengan nama The Seven Summits of Indonesia.

Prestasi Nyong Ambon ini memang tak bisa dianggap remeh. Dari catatan yang dimiliki The Seven Summits of Indonesia, baru ada 12 orang yang berhasil mendaki puncak tertinggi di Indonesia.

"Alhamdulillah, saya bangga bisa mencapai tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia. Apalagi saya sebagai orang Maluku kebetulan yang pertama. Membantu mengangkat nama Maluku juga," kata Bayu Djatmiko saat berbincang dengan Metrotvnews.com.

Bayu mengawali impiannya 12 tahun lalu ketika menginjakkan kaki di Gunung Rinjani. Tahun 2012, dia memulai lagi impian terpendamnya dengan mendatangi Puncak Semeru. Selanjutnya, gunung tertinggi Indonesia dia sambangi secara rutin setiap tahun.

Puncak Latimojong di Sulawesi dia datangi pada 2013, Puncak Siale atau Binaya (2014), Puncak Kerinci (2015), Puncak Cartensz Pyramid (2016) dan terakhir Puncak Bukit Raya pada 23 Juli 2017.



Aktivitas pendakian memang bukan hal baru bagi pria kelahiran Ambon, 9 Desember 1985 ini. Bayu dikenal sebagai aktivis pecinta alam dan pegiat alam bebas dari Perhimpunan Kanal Maluku.

"Karena sudah pengalaman jadi paling mencari tahu informasi gunung tersebut. Jadi tinggal siapkan logistik apa yang kita bawa, berapa banyak paling itu saja kalau setiap mau berangkat," katanya.



Di antara gunung yang sudah dia daki, Cartenz Pyramid di Papua menjadi tempat paling berkesan bagi Bayu. Selain menghabiskan biaya tinggi, tingkat kesulitan gunung ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bayu.

"Kadang-kadang bisa ketemu sama OPM (Organisasi Papua Merdeka) tanpa kita duga. Di situ (melewati) wilayahnya OPM. Tapi Alhamdulillah kemarin tidak ketemu. Tingkat kesulitan masing-masing berbeda, tapi Cartenz Piramid tingkat kesulitannya paling tinggi," terangnya.



Bayu melakukan pendakian murni dari kocek pribadinya tanpa sponsor. Kebanyakan dari pekerjaannya sebagai pemandu gunung, "Satu sisi saya bekerja, satu sisi mewujudkan impian. Jadi tidak ada sponsor, murni dari dana pribadi."

Misi selanjutnya, Bayu berambisi mendaki tujuh puncak tertinggi dunia. Namun, dia belum tahu kapan memulai impiannya.

"Ingin jajal gunung di luar negeri dan beberapa gunung juga yang belum sampai ke puncak. Kalau sudah niat pasti ada jalan. Jadi siapkan dana sama upgrade perlengkapan yang pasti. Mudah-mudahan ada sponsor juga nanti," ucapnya.

 
(ELG)