Kedai Kopi Lokal Mulai Mendapat Tempat di Hati Konsumen

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 16 Aug 2017 19:09 WIB
kopi
Kedai Kopi Lokal Mulai Mendapat Tempat di Hati Konsumen
Kedai kopi lokal dengan harga lebih murah sekarang sedang dimintai oleh anak-anak muda. Bukan hanya sebagai pemuas kecintaan pada kopi, namun jadi tempat nongkrong yang asyik. (Foto: Metrotvnews.com/Sri Yanti Nainggolan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjamurnya kedai kopi di perkotaan besar seakan menjadikan bukti bagaimana gaya hidup minum kopi semakin digandrungi.

Bila menilik pada harga minuman di tempat nongkrong tersebut, bisa dibilang harga yang ditawarkan tak murah. Ada beberapa pertimbangan mengapa hal tersebut terjadi, seperti bahan membuat minuman dan segmen yang diincar. 

"Dilihat juga dari apa yang ingin dijual, tempat atau kopi. Misalnya ada yang membuka kedai kopi di lobby mall besar, itu kemungkinan untuk menjual prestise dimana konsumen akan merasa bangga bisa nongkrong di situ," tukas Viki Rahardja yang merupakan CTI Battle Latte Art Asia 2016 dalam peluncuran Maxx Corner Plaza Semanggi, Rabu (16/8/2017). 


(Vico Lamar selaku Chief Commercial Officer MAXX Corner juga mengaku bahwa tujuan dibukanya gerai pertama di Plaza Semanggi tersebut adalah untuk momen ngopi yang lebih berkualitas. Foto: Metrotvnews.com/Sri Yanti Nainggolan)

Ia menambahkan, hal tersebut didukung dengan desain interior kedai kopi yang berkonsep terbuka sehingga lebih terlihat. 

Namun, kini tak sedikit kedai kopi yang menawarkan harga murah dengan nuansa lokal. Selain itu, proses pembuatan kopi yang disajikan juga tergolong lebih otentik.

"Kedai kopi lokal dengan harga lebih murah justru bikinnya lebih beneran, seperti dimulai dari menggunakan biji kopi asli, susu, yang kemudian digiling," ungkapnya. 

Oleh karena membutuhkan proses tersebut, kebanyakan kedai kopi tersebut hanya buka di jam tertentu. "Butuh jeda karena apa yang dibuat masih segar."

(Baca juga: Kopi "Light Roast" Lebih Menyehatkan Dibanding "Dark Roast")

Bahkan, stok biji kopi yang dibutuhkan oleh kedai kopi lokal, menurutnya cukup besar hingga mencapai berton-ton. Hal tersebut membuktikan bahwa kedai kopi lokal juga serius dalam memperkenalkan kopi berkualitas pada masyarakat. 

Coffee Ambassador Kementerian Pariwisata RI tersebut menganggap fenomena ini sebagai bentuk perkenalan pada masyarakat tentang kebiasaan minum kopi.

"Jadi tak hanya jualan, namun mengedukasi masyarakat dengan harga yang mudah dulu," tambahnya. 

Senada dengan Viki, Vico Lamar selaku Chief Commercial Officer MAXX Corner juga mengaku bahwa tujuan dibukanya gerai pertama di Plaza Semanggi tersebut adalah untuk momen ngopi yang lebih berkualitas. 

"Kami menawarkan gerai kopi dengan sajian otentik, barista pintar, kopi yang masih fresh (segar), dan harga murah," ujarnya pada kesempatan yang sama. 


(Biji kopi berkualitas membuat kopi terasa lebih nikmat. Foto: Jakub Kapusnak/Unsplash.com)

Tak hanya murah, gerai kopi tersebut juga menawarkan berbagai jenis kopi Arabica dari dalam negeri seperti Ijen, Mandailing, dan Kintamani.

Selain itu, beberapa cemilan lokal juga bisa ikut menemani para konsumen nongkrong seperti lupis, singkong goreng, risol rogut, dan sebagainya. 

Bagi konsumen yang sudah terbiasa dengan kopi campuran, MAXX Corner juga menyediakan variasi kopi seperti Latte, Cappuccino, Frappe, dan makanan seperti toast dan sandwich. Harga untuk makanan dan minuman di gerai kopi tersebut berkisar Rp 10-35 ribu.











(TIN)