Berburu Takjil Ramadan

Pelangi Karismakristi    •    Rabu, 21 Jun 2017 14:51 WIB
galeriindonesiakaya
Berburu Takjil Ramadan
Warga berburu takjil jelang berbuka puasa (Foto:Antara/Iggoy el Fitra)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak hal seru dan membuat hati rindu akan suasana bulan Ramadan. Mulai dari rutinitas buka dan sahur, makanan khas Lebaran, suasana salat tarawih di masjid dan satu lagi, ngabuburit.

Ngabuburit menjadi tradisi yang biasa dilakukan masyarakat di Indonesia menjelang berbuka puasa. Mereka akan berbondong-bondong memburu sajian takjil untuk berbuka. Anda juga demikian, bukan? Bagaimana suasana ngabuburit di daerah Anda? Yuk, intip suasana ngabuburit di beberapa daerah di Tanah Air dan simak apa saja yang menjadi makanan khasnya.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, misalnya. Masyarakat Kota Daeng gemar menghabiskan waktu jelang Magrib dengan sekadar menikmati suasana sambil berfoto ria di tepi pantai Losari, yang menjadi ikon di sana. Kemudian, mereka akan mendatangi penjual makanan yang menyediakan kudapan buka puasa.

Pemandangan demikian bisa dijumpai di Jakarta, tepatnya di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Di sana pengunjung bisa memperoleh aneka sajian untuk berbuka, bahkan sahur yang sangat variatif. Ada asinan, surabi, gorengan, rendang, beragam kue, berbagai macam lauk pauk dan masih banyak lagi. Tentunya dengan harga yang ramah di kantong.

Tak kalah seru lagi di Surabaya. Anda bisa menemukan banyak kuliner bercita rasa tinggi di Kota Pahlawan tersebut. Contohnya saja Gule Maryam KH Mansyur, yang lokasinya berada di bundaran Jl. KH Mas Mansyur, tepatnya di pinggir Masjid Al-Irsyad Surabaya.

Gule maryam ini merupakan makanan khas Timur Tengah. Rasanya pun begitu khas, sebab di dalamnya terdapat bumbu rahasia dan teksturnya sangat kental dengan pengaruh Timur Tengah (Arab-India).

Selain itu, Surabaya juga memiliki beberapa tempat yang asyik untuk berkongkow, yakni AIOLA. Awalnya AIOLA berkonsep clothing line, lalu oleh pemiliknya diubah menjadi tempat makan berbasis eatery, yang terbagi menjadi tiga zona.

Menu makanan yang dijajakan tak hanya Indonesian dan Western Food saja, melainkan lengkap juga dengan menu makanan ala pedagang kaki lima (PKL). Soal harga dan ras, tak perlu diragukan lagi, AIOLA menawarkan menu lezat dengan harga terjangkau.

AIOLA bukan hanya sekedar tempat makan, melainkan ingin menjadi pelopor perubahan PKL yang identik dengan kurang higienis. Di sini, semua anggapan tersebut berhasil ditepis dan menghadirkan pandangan baru akan PKL.

Simak perjalanan Renitasari Adrian berburu takjil Ramadan di beberapa kota, di program IDEnesia Metro TV, Kamis, 21 Mei 2017, pukul 21.05 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan mem-follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.


(ROS)