Indahnya Balikpapan: Beruang Madu, Kepiting, dan Suku Dayak Kenyah

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 15 Mar 2017 23:41 WIB
galeriindonesiakaya
Indahnya Balikpapan: Beruang Madu, Kepiting, dan Suku Dayak Kenyah
Taman Bekapai di Balikpapan (Foto:Balikpapan.go.id)

Metrotvnews.com, Jakarta: Balikpapan memiliki penduduk sebanyak 771.066 jiwa yang merupakan 22 persen dari keseluruhan penduduk di Kalimantan Timur (Kaltim). Balikpapan dikenal sebagai kota dengan biaya hidup termahal se-Indonesia, selain dikenal sebagai kota terbersih di Nusantara dan juga Asia. Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, Balikpapan memiliki ciri khas dari seni budaya, kuliner, dan wisata hutan lindung.

Dimulai dari wisata, Balikpapan mempunyai wisata hutan lindung yang di dalamnya terdapat habitat beruang madu. Dengan luas sebesar 1,6 hektare (ha) dari luas hutan keseluruhan, beruang madu tersebut dibuat serasa seperti memiliki hutan sendiri. Lantaran merupakan beruang liar, terdapat pagar pembatas untuk menjaga jarak antara pengunjung dengan beruang madu.

Namun dalam kawasan hutan tersebut, para pengunjung tidak bisa memberi makan kepada beruang madu karena uapaya tersebut dapat mengganggu jam makan beruang madu tersebut. Jadwal makan beruang madu sudah ditentukan yakni pada pukul 09.00 dan 15.00.

"Jika pengunjung memberi makan bisa mengubah jam makan (beruang madu). Jam 2 harus masuk kandang, jika tidak mereka akan menunggu makanan dari pengunjung. Kalau sudah kenyang, mereka tidak mau masuk kandang. Mereka akan terbiasa menunggu diberi makan oleh pengunjung," ujar salah satu petugas seraya mengatakan beruang madu ditempatkan di kawasan itu sejak 2006.

Setelah melihat dari dekat beruang madu, rasanya ada yang kurang jika tidak mencicipi kuliner andalan. Balikpapan biasanya dikenal dengan kepiting. Rumah makan kepiting Dandito wajib dicoba. Pengunjung disuguhi tiga pilihan, yaitu kepiting jantan super, kepiting betina telur, dan soka.

Bagi orang yang sudah lapar berat dan pecinta sejati kepiting, pilihan kepiting jantan super sangat direkomendasikan. Sementara, soka adalah cangkang kepiting lunak sehingga bisa dimakan. Pada kesempatan itu, pembawa acara program Idenesia, Yovie Widianto dan Renitasari Adrian mencoba kepiting buatan rumah makan Dandito. "Rasanya enak tidak pakai tapi," ucap Yovie, memuji.

Keesokan harinya, giliran melihat seni batik yang katanya masih baru di Balikpapan. Namun yang dilihat di sini adalah orang-orang yang membuat batiknya. Mereka adalah para ibu beserta kaum disabilitas. Mereka semua dilatih di Rumah Kreatif Balikpapan. Selain membatik, mereka juga membuat berbagai macam kerajinan dari barang-barang bekas, sehingga mereka khususnya kaum disabilitas memiliki keterampilan untuk menghasilkan sebuah karya.

Rumah Kreatif Balikpapan bekerja sama dengan pemerintah dalam hal ini Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) agar pemerintah mau menampung seluruh karya batik dan berbagai hasil kerajinan untuk dijual kepada masyarakat.

Dari kesenian dan kebudayaan, kini mengenal lebih dekat suku Dayak Kenyah. Semakin banyaknya perantau yang datang ke Balikpapan membuat orang suku Dayak Kenyah semakin semangat untuk mengenalkan kebudayaan aslinya.Pada kesempatan itu, Yovie dan Renitasari diundang masuk ke rumah Lamit untuk melihat seni tari dan pakaian adat yang digunakan suku Dayak Kenyah.

Kemudian salah satu ibu menjelaskan seluruh atribut yang dikenakannya khususnya kalung dan ikat kepala, di mana terdapat kalung yang hanya bisa dipakai oleh keturunan ningrat. Selain itu, pakaian yang digunakan umumnya untuk menunjukkan status sosial. Sebelum berpisah, Yovie dan Renitasari mendapatkan cenderamata sebagai bukti telah menginjakkan kaki di Balikpapan.

"Yang kami lakukan kepada tamu adalah memberikan cenderamata yang kami berikan sebagai bukti bahwa mereka sudah mengunjungi kami," ucap seorang ibu dari suku Dayak Kenyah.

Saksikan tayangan selengkapnya dalam  program IDEnesia Metro TV, Kamis (16/3/2017), pukul 22.30 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan mem-follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.


(ROS)