#NoStrawMovement, Gerakan Bersihkan Sampah dari Pulau Seribu

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 11 May 2017 10:50 WIB
wisata pantai
#NoStrawMovement, Gerakan Bersihkan Sampah dari Pulau Seribu
(Foto: Metrotvnews.com/ Sri Yanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Limbah plastik adalah salah satu masalah yang kerap dihadapi pulau-pulau yang menawarkan keindahan biota laut. Kepulauan Seribu, sebagai salah satu tempat wisata laut yang digandrungi warga Jakarta, juga mengalami masalah yang sama.

"Sampah merupakan bagian dari kehidupan di sini dan kemungkinan membuat warga kami menjadi terbiasa dan tak peduli lagi," ujar Staf kerja sama dan humas Taman Nasional Kepulauan Seribu Yohanes Budaya dalam acara KFC Indonesia #NoStrawMovement, Rabu 10 Mei 2017.

Oleh karena itu, beberapa gerakan diinisiasi untuk mengurangi kebiasaan buruk tersebut, salah satunya membiasakan diri membawa botol minum sendiri agar tidak perlu menambah sampah dengan membeli botol minuman kemasan. Selain itu, tak sedikit program pembersihan sampah laut yang dilakukan oleh beberapa organisasi yang peduli dengan kehidupan laut.

Sejalan dengan keinginan tersebut, PT Fast Food Indonesia (KFC Indonesia) mencanangkan gerakan pengurangan penggunaan sedotan plastik sekali pakai melalui gerakan #Nostrawmovement sebagai komitmen kepedulian perusahaan terhadap lingkungan.

Sedotan merupakan penyumbang sampah laut terbesar kelima di dunia dan tidak dapat didaur ulang karena sebagian sampahnya hanya akan berakhir di pembuangan atau laut.

"Melihat fakta tersebut kami tergerak untuk mengajak konsumen untuk menolak sedotan plastik sekali pakai saat memesan minuman di restoran kami maupun di luar karena faktanya sedotan tidak dapat didaur ulang dan sebagian besar sampah sedotan hanya akan berakhir di pembuangan atau laut," ujar Hendra Yuniarto, General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia.

Selain itu, KFC Indonesia juga melakukan aksi membersihkan sampah di bawah laut dan pantai di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu sebagai lokasi bermuaranya sampah yang berasal dari Jakarta dan Kepulauan Seribu pada Rabu, 10 Mei 2017.

Berbicara soal limbah sedotan, penggagas Civers Clean Action (DCA) Swietenia Puspa Lestari mengungkapkan bahwa data mereka menunjukkan bahwa terdapat rata-rata 16 kilogram sampah pada kedalaman 100 meter persegi di perairan laut sekitar Pulau Pramuka dengan kedalaman 5-13 meter. Selain itu, terdapat sekitar 18 kilogram sampah di setiap 100 meter garis pantai yang ada.

Secara keselurahan, jumlah sampah sedotan mencapai 2,66 persen dari lebih 300 kilogram sampah yang terangkut.


(DEV)