Jelajah Melbourne

Jeruk Andalan Australia Jadi Primadona di Indonesia dan Tiongkok

Hilman Haris    •    Senin, 03 Oct 2016 15:20 WIB
wisata australia
Jeruk Andalan Australia Jadi Primadona di Indonesia dan Tiongkok
Jeruk jenis citrus Australia panen dari Juli hingga September (MTVN - Hilman)

Metrotvnews.com, Melbourne: Wilayah Victoria hanya tiga persen dari luas wilayah Australia. Uniknya, Victoria justru mampu mendominasi ekspor buah di Australia. Dari data yang didapat Metrotvnews.com, sebanyak 54 persen ekspor buah di Negeri Kanguru merupakan produksi petani lokal Victoria.

Jeruk menjadi salah satu produk andalan dari Victoria. Khususnya jeruk jenis citrus. Menurut Manajer operasional salah satu perkebunan di Mildura, Australia, Southern Cross Farm, David Lyell, sebanyak 35 persen jeruk citrus produksi petani di Victoria berhasil diekspor ke Tiongkok dan Asia Tenggara, terutama Indonesia.

“Kondisi tanah serta suhu di Victoria mendukung buah citrus untuk tumbuh subur. Itulah mengapa rasa dan bentuk citrus Victoria sangat enak. Jadi, tak heran jika banyak hasil produksi kami dikonsumsi negara lain,” kata Lyell kepada Metrotvnews.com.

“Namun ekspor kami ke Indonesia tersendat dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini karena adanya larangan soal buah impor di Indonesia. Padahal, pasar kami di sana sangat besar,” tambah Lyell.


(Manajer operasional Southern Cross Farm, David Lyell)

Situasi tersebut disesali oleh salah satu distributor bahan makanan asal Indonesia, Muhammad Taufiq. Menurutnya, kualitas buah produksi Australia sangat bagus sehingga sangat disayangkan jika tak bisa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

“Kualitas dan harga hasil pertanian Victoria sangat bagus. Sebelumnya, saya sering membeli beragam buah asli Victoria buah seperti pir, anggur, apel, dan jeruk. Buah dari Australia bisa bagus karena tidak memerlukan waktu yang lama untuk bisa sampai ke Indonesia. Buah masih sangat segar ketika tiba di tanah air,” kata Taufiq.

Meski penjualan ke Indonesia berkurang, para petani di Victoria tak lantas patah arang. Sebab, jeruk jenis citrus yang mereka panen dari Juli hingga September mulai laris di pasar Singapura dan Malaysia. 


(HIL)